Misteri Nabi Khidhir AS

Posted on Desember 8, 2010

0


Mungkin kita semua pernah mendengar nama Nabi Khidhir atau Nabi Khadhir,karena beliau adalah sosok yang sangat terkenal.Tetapi karena terbatasnya berita-berita yang ada,masih banyak misteri yang berkaitan dengan tokoh ini.Keterangan-keterangan tentang beliau,sebagian ada yang dapat dipastikan kebenarannya karena sumbernya jelas.Namun sebagian lagi masih membutuhkan kajian lebih lanjut,karena sumber yang ada menyebutkan keterangan yang berbeda.

Diantara keterangan tentang Nabi Khidhir yang pasti benar adalah kisahnya bersama Nabi Musa AS sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Kahfi ayat 65 sampai 82.

Didalam surah tersebut memang tidak disebutkan secara jelas namanya,hanya disebutkan “hamba Kami (hamba Allah)” dalam ayat 65.
“Lalu mereka (Nabi Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya Rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”.Tetapi hadits-hadits yang shahih menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Nabi Khidhir.

Adapun diantara hal-hal yang masih diperselisihkan tentang beliau adalah nama aslinya,nama ayahnya,dan asal-usul keturunannya.Tetapi perdebatan yang paling terkenal tentang beliau adalah “Apakah beliau sudah wafat,atau masih hidup hingga sekarang?”.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani telah mengarang kitab khusus tentang ini yg berjudul Az-Zahr An-Nadhr fi Naba’ Al-Khadr.Dalam kitab ini beliau sampai pada kesimpulan bahwa Nabi Khidhir telah wafat.

Tetapi para ulama yg meyakini Nabi Khidhir masih hidup hingga kini juga banyak jumlahnya.Salah satu yg menjadi dasarnya adalah sangat banyak ulama dari zaman ke zaman yg mengisahkan bahwa mereka berjumpa dengan Nabi Khidhir.

Terlepas dari masih adanya ketidak jelasan atau perbedaan ini,yg jelas beliau adalah seorang Waliyullah.Lebih dari itu,karena dikarunai ilmu yg khusus oleh Allah,beliau memiliki kelebihan tersendiri.Wajar apabila kemudian Nabi Musa pun belajar padanya.

Nama dan Nasab Nabi Khidhir

Ada banyak pendapat yg menjelaskan tentang nama dan asal usul nasab Nabi Khidhir.

1. Nabi Khidhir adalah anak Nabi Adam AS.Pendapat ini diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni didalam kitab Al-Afrad melalui Rawwad bin Jarrah dari Muqatil bin Sulaiman dari Adh-Dhahhak dari bin Abbas RA.Rawwad adalah perawi yg dhaif,sedangkan Adh-Dhahhak tidak pernah mendengar langsung dari Ibn Abbas.

2. Nabi Khidhir adalah putra Qabil bin Adam.Ini disebutkan oleh Abu Hatim As-Sijistani didalam kitab Al-Mu’ammarin.Ia mengatakan,”Guru-guru kami,diantaranya Abu Ubaidah,menyampaikan hadits ini.”Hatim As-Sijistani menghikayatkan bahwa nama Nabi Khidhir adalah Khadirun.

3. Nabi Khidhir adalah Balya bin Malkan bin Qali’ bin Syalikh bin Abir bin Arfakh-syadz bin Sam bin Nuh.Pendapat ini diriwayatkan oleh Wahb bin Munabbih dan Ibnu Qutaibah.Bahkan Al-Imam An-Nawawi menambahkan bahwa namanya Balya bin Kulman,bukan Balya bin Malkan.

4. Nabi Khidhir adalah Mu’ammar bin Malik bin Abdullah bin Nadhir bin Al-Azid.Pendapat ini diriwayatkan oleh Ismail bin Abi Uwais,sedang Abu Al-Khaththab bin Dahyah menghikayatkan suatu keterangan dari Ibnu Habib Al Baghdadi bahwa ia bernama Amir.

5. Ibn Qutaibah menghikayatkan bahwa Nabi Khidhir adalah Ibn Amanil bin An-Nur bin Al-Aish bin Ishaq.Sedangkan Muqatil menyebutkan nama ayahnya adalah Amil.

6. Diriwayatkan oleh Al-Kalbi dari Abu Shahih dari Ibn Abbas RA,bahwa ia adalah cucu Nabi Harun,saudara Nabi Musa.Namun Abu Ja’Far bin Jarir membantah pendapat ini.

7. Muhammad bin Ayub menghikayatkan dari Ibn Lahi’ah bahwa ia adalah cucu Fir’aun (putra anak perempuannya).Bahkan ada pendapat dari An-Naqqasy bahwa ia adalah putra Fir’aun.

8. Dihikayatkan dari Muqatil bahwa ia adalah Ilyasa.

9. Berasal dari riwayat Ibn Syaudzab yg dikeluarkan oleh Ath-Thabari dari riwayat Dhamrah bin Rabi’ah dari Ibn Syaudzab bahwa ia adalah anak Fariz.

Dari berbagai pendapat tersebut,pendapat ketiga adalah yg paling kuat dan paling banyak disebutkan dalam berbagai sumber.

SEBAB DINAMAKAN KHIDHIR

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan hadits yg menerangkan bahwa sebab dinamakan “Khidhir” (dalam bahasa arab berarti yang hijau) adalah karena ia pernah duduk diatas tanah kering lalu tiba-tiba saja tanaman tumbuh dari bawah tempat duduknya.Demikian pula riwayat Imam Ahmad,ia mengatakan “Telah memberitahukan dari Ma’mar dari Hammam dari Abu Hurairah bahwasanya ia dinamakan Khidhir karena pernah duduk diatas rumput yang putih lalu tumbuh tanam-tanaman dibawahnya.”

KETERANGAN TENTANG KENABIANNYA

Tertulis dalam Surah Al-Kahfi : 82,
“Dan bukanlah aku (nabi Khidhir) melakukan itu menurut kemauanku sendiri”.
Jelaslah ia berbuat dengan perintah Allah,yg pada dasarnya tidak ada perantara.Dan tidak ada satu pun jalan yg membenarkan pendapat bahwa hal tersebut adalah sebuah ilham dikarenakan hal itu tidak dapat menjadi wahyu dari seorang yang bukan Nabi sampai ia melaksanakan isi wahyu tersebut.

Maka jika kita katakan bahwa ia seorang Nabi,tidaklah ada yg mengingkari hal tersebut. Bagaimana mungkin seorang yg bukan Nabi (jika ia dikatakan bukan nabi ) lebih pintar daripada seorang Nabi (yakni Nabi Musa).

Khidir adalah bukan nama sebenarnya, nama sebenarnya yg diberikan oleh Allah Maha Kuasa adalah INNALLAHA MA’ASSABIRIN. hanya manusia yg menjulukinya Khidir. Beliau belum wafat, Beliau ada dimana-mana. Barang siapa yang pernah didatangi sosok orang tua yang kedatangannya tak diduga-duga dan berpakaian sangat tak layak, Dia meminta air, maka bisa jadi Dia adalah Beliau. Beliau kadang menyerupai anak-anak. Begitulah cara Beliau menguji hamba Allah.

Dari kisah Khidir ini kita dapat mengambil pelajaran penting. Diantaranya adalah Ilmu merupakan karunia Allah SWT, tidak ada seorang manusia pun yang boleh mengklaim bahwa dirinya lebih berilmu dibanding yang lainnya. Hal ini dikarenakan ada ilmu yang merupakan anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang tanpa harus mempelajarinya (Ilmu Ladunni, yaitu ilmu yang dikhususkan bagi hamba-hamba Allah yang shalih dan terpilih)

Hikmah yang kedua adalah kita perlu bersabar dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan kebijaksanaan dari setiap peristiwa yang dialami. Hikmah ketiga adalah setiap murid harus memelihara adab dengan gurunya. Setiap murid harus bersedia mendengar penjelasan seorang guru dari awal hingga akhir sebelum nantinya dapat bertindak diluar perintah dari guru. Kisah Nabi Khidir ini juga menunjukan bahwa Islam memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada guru.

Sumber: id.wikipedia.org/gustidana.wordpress.com

Posted in: ARTIKEL, NEWS