Waspadai Diabetes Pada Anak « CLINIC FOR CHILDREN

Posted on November 29, 2010

0


Waspadai Diabetes Pada Anak

Diabetes atau kencing manis tidak hanya terjadi pada orangtua. Penyakit kronis ini ternyata juga dapat menyerang anak-anak. Jika terjadi pada anak-anak, biasanya dikenal dengan diabetes anak atau juvenil diabetes. Berbeda dengan diabetes pada orang dewasa, diabetes anak disebabkan karena produk insulin selalu sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi oleh organ pankreas, sehingga diperlukan asupan insulin. Diabetes jenis ini dikenal dengan DM tipe 1. Mengingat komplikasi dan bahaya penyakit diabetes maka sangat penting mengenali tanda-gejala diabetes pada anak sejak dini.

Diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah kondisi pankreas yang tidak lagi menghasilkan insulin sehingga anak memerlukan bantuan agar bisa bertahan hidup. Insulin yang hilang ini bisa digantikan dengan suntikan atau pompa insulin. Jenis diabetes ini dulu dikenal dengan nama diabetes remaja atau diabetes yang tergantung dengan insulin.

Diabetes merupakan suatu kumpulan gangguan metabolisme energi yang disebabkan oleh kurangnya kerja suatu hormon yang bernama insulin dalam tubuh. Insulin ini diperlukan untuk mengubah bahan makanan karbohidrat menjadi energi sebagai aktivitas tubuh. DM tipe 1 ini memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan, dan keteraturan pengobatan merupakan kunci utama. Pengaturan makan pada anak penderita diabetes bertujuan untuk menjaga kadar gula darah mendekati normal atau normal. Selain itu, pemberian jumlah kalori harus mencukupi untuk metabolisme basal, pertumbuhan, pubertas ataupun aktivitas yang dilakukan

Disebabkan Virus ?

Dua hasil penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa penyakit diabetes pada anak-anak kemungkinan disebabkan oleh virus. Penemuan itu, seperti dikutip Reuters, akan membantu upaya pencarian vaksin untuk melawan penyakit yang diderita seumur hidup tersebut. Satu tim menunjukkan bahwa enterovirus yang biasanya menyebabkan demam, muntah dan diare, ditemukan di dalam sebagian besar pankreas anak muda yang baru-baru ini meninggal dunia akibat diabetes tipe 1, sering disebut diabetes anak-anak. Namun enterovirus tersebut tidak ditemukan pada pankreas orang yang sehat.

Penemuan itu menunjukkan bahwa sebuah virus dapat memicu penyakit diabetes pada anak-anak yang secara genetik memiliki kecenderungan untuk menderita penyakit tersebut, yang dialami sekitar 440.000 orang di seluruh dunia, kata Alan Foulis dari Royal Infirmary di Glasgow, yang bekerja pada salah satu penelitian itu. “Cerita yang muncul adalah ada sebuah virus infeksi yang mendahului serangan terhadap autoimunitas,” katanya. Diabetes tipe 1 disebabkan kerusakan sel beta pankreas yang menghasilkan insulin yang diperlukan untuk mengatur kadar gula darah. Penyakit autoimun itu berbeda dengan diabetes tipe 2, yang sangat berkaitan dengan kegemukan.

Genetika memainkan peran dalam diabetes tetapi para peneliti mengetahui ada faktor lain seperti diet yang juga penting, serta virus yang telah lama diduga sebagai pemicu yang memungkinkan, kata para peneliti. Foulis dan koleganya menguji 73 contoh pankreas dari anak muda yang meninggal dunia akibat diabetes dan menemukan bahwa 60 persen organ itu mengandung sel beta yang terinfeksi enterovirus. Sebaliknya, menurut laporan para peneliti dalam jurnal Diabetologia, mereka tidak pernah menemukan sel beta yang terinfeksi dalam contoh jaringan yang diambil dari 50 anak yang tidak menderita diabetes. Mereka juga menemukan banyak sel yang terinfeksi itu pada orang dewasa yang menderita diabetes tipe 2, yang menunjukkan bahwa virus mungkin juga memicu penyakit itu pada sejumlah orang. Penelitian kedua dari para peneliti di Universitas Cambridge menemukan bahwa mutasi genetik yang jarang terjadi di dalam sebuah gen yang terkait dengan respons tubuh terhadap virus, mengurangi risiko terserang diabetes anak-anak.

Mereka mengamati 480 anak muda yang menderita diabetes tipe 1 dan 480 orang sehat untuk menentukan gen tersebut dan varian yang terkait. “Kami menemukan sebuah gen khusus, yang bertindak sebagai peringatan terhadap infeksi virus,” kata John Todd, peneliti dari Universitas Cambridge, yang bekerja pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science. “Kami tidak hanya menemukan sebuah gen khusus tetapi juga menemukan bahwa gen ini memiliki fungsi membangkitkan semangat dalam menangani infeksi virus.”

Meskipun Todd mengingatkan bahwa banyak faktor lingkungan selain virus dapat menjadi penyebab diabetes tipe 1, tetapi Foulis dan timya mengatakan mereka ingin mengurangi sebanyak 100 enterovirus untuk menemukan virus mana yang memainkan peran utama. Melakukan hal itu, dan memahami secara lebih baik tentang bagaimana sel merespons infeksi virus, merupakan langkah menuju sebuah vaksin yang suatu hari dapat melindungi anak-anak dari penyakit diabetes, kata Foulis. “Tujuannya adalah mendapatkan vaksin yang dapat mencegah banyak kasus diabetes tipe 1,” katanya
Tanda-tanda dan gejala dari diabetes tipe 1

1. Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan, hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
2. Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
3. Penurunan berat badan. Meskipun anak makan melebihi biasanya, tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.
4. Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.
5. Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.
6. Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.
7. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.

Bahaya dan Komplikasi Diabetes Pada Anak

* Retinopati atau gangguan fungsi retina pada mata (menyebabkan mata kabur atau kebutaan)
* Katarak pada mata
* Hipertensi
* Gangguan fungsi ginjal (gagal ginjal, Progressive renal failure
* Gangguan pembuluh darah arteri (Early coronary artery disease)
* Gangguan pembuluh darah tepi
* Gangguan persarafan (Neuropathy, peripheral and autonomic)
* Mudah terkena infeksi

Penanganan Diabetes Pada anak

* Pengobatan untuk diabetes tipe 1 adalah komitmen seumur hidup karena membutuhkan pemantauan gula darah secara rutin, pola makan yang sehat dan olahraga secara teratur bahkan untuk anak-anak. Karena anak-anak akan terus tumbuh dan mengalami perubahan, sehingga kemungkinan diperlukan dosis atau jenis insulin yang berbeda serta pola makan yang berubah.
* Pemantauan kadar gula darah harus dilakukan secara rutin, hal ini penting untuk mencegah anak mengalami hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) akibat penggunaan insulin yang tidak tepat. Karena kedua kondisi ini bisa memicu timbulnya komplikasi diabetes.
* Orangtua yang mempunyai anak dengan diabetes disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi dan banyak mencari info diet DM untuk mengetahui golongan sumber bahan makanan dan cara pengolahannya.
* Kalori yang dibutuhkan dianjurkan sebanyak 40 hingga 50 persen yang berasal dari karbohidrat, 30 persen lemak, dan 20 persen protein. Salah satu kunci keberhasilan diet adalah keteraturan jadwal makan serta pengaturan diet. Namun diet tidak perlu dibedakan dengan diet anak lainnya serta diet keluarganya.
* Untuk diet anak DM dapat diberikan sama seperti diet anak lainnya yakni, tiga kali makan utama lengkap dan dua kali snack. Namun, yang dibedakan terletak pada kombinasi lauk-pauknya, dan macam buah-buahan. Contohnya, dalam sepiring makan sebaiknya hindari kombinasi dua lauk sumber karbohidrat. Jadi, apabila makan nasi, maka lauknya bukan mie, bihun, atau kentang, melainkan sayur, tahu, atau tempe.
* Selain itu hindari sumber karbohidrat sederhana seperti gula, permen, softdrink, es krim, dan makanan ringan dengan kadar gula tinggi. Sedangkan, buah-buahan boleh mengkonsumsi dengan kadar gula tinggi seperti sawo, melon, durian tapi hanya sepotong kecil atau kurang lebih sekitar 60 gram, dan dengan frekuensi jarang,” terang pemilik hobi membaca buku itu.
* Dengan membiasakan anak dalam pola hidup teratur diharapkan kadar gula darahnya dapat terkontrol dan komplikasi hipoglikemia tidak terjadi. Sebab bila sudah terjadi hipoglikemia dapat menimbulkan kelainan pada otak.
* Olahraga sangat disarankan bagi anak penderita DM. Hal itu dikarenakan olahraga bisa membantu meningkatkan jati diri anak. Tak hanya itu, olahraga juga membantu kerja metabolisme tubuh, sehingga dapat mengurangi kebutuhan insulin. Dan yang perlu diperhatikan dalam berolahraga adalah pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya hipoglikemia.
* Pada bayi dan anak-anak yang masih kecil, indikasi pertama dari diabetes tipe 1 kemungkinan infeksi jamur yang menyebabkan ruam popok parah dan jauh lebih buruk dari sekedar merah, bengkak atau ruam kulit biasa. Selain itu kelesuan, dehidrasi dan sakit perut juga dapat mengindikasikan diabetes tipe 1.
* Anak-anak tidak bisa diberikan diet makanan yang ketat, karena anak tetap membutuhkan banyak buah, sayuran, biji-bijian, makanan tinggi gizi dan rendah lemak serta produk hewani yang lebih sedikit. Mengonsumsi makanan yang manis boleh jika sesekali saja, selama masih termasuk dalam recana pola makan anak (plan meal).
* Ajaklah anak untuk mendapatkan aktivitas fisik yang teratur, tapi ingat bahwa aktivitas fisik bisa mempengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Karenanya jika ingin memulai aktivitas yang baru, periksalah kadar gula darah lebih sering dari biasanya untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap kegiatan tersebut.
* Meskipun diabetes tipe 1 ini membutuhkan perawatan yang konsisten, tapi seiring kemajuan teknologi dalam memantau kadar gula darah dan pengiriman insulin bisa memudahkan monitoringnya. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak dengan diabetes tipe 1 bisa memiliki harapan untuk hidup lebih lama.

Posted in: NEWS