Mengatasi Bronkitis dengan Putri Malu

Posted on November 9, 2010

0


image

Siapa yang tidak mengenal tanaman satu ini. Putri malu (Mimosa Pudica Linn: latin) merupakan tanaman yang memiliki keunikan, yaitu daunnya akan mengatup apabila tersentuh oleh objek yang bersentuhan dengan bagian tubuhnya secara langsung (sensitive plant). Meskipun tanaman ini digolongkan sebagai tanaman liar karena sering ditemukan di kebun atau di semak belukar, ternyata tanaman ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Di China tanaman ini dikenal dengan sebutan han xiu cao yang secara tradisional telah digunakan turun temurun. Rasanya yang manis, sifatnya agak dingin dan astringen juga tanaman ini mempunyai efek farmakologis, dari daun hingga akarnya mempunyai keunggulan untuk kesehatan seperti sebagai penenang (tranquilizer), sedative, peluruh dahak (expectorant), anti batuk (antitusive), penurun panas (antipiretic), anti radang (anti-inflammatory), peluruh air seni (diuretic).

Putri malu juga berkhasiat untuk mengatasi penyakit malaria. Akar dan bijinya dapat untuk merangsang muntah. Para ahli pengobatan Cina dan penelitian AS serta Indonesia mengindikasikan, putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit, seperti radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anak-anak, cacingan, insomnia, peradangan saluran napas (bronchitis), dan herpes.

Cara pengolahan untuk pengobatan bronchitis, rematik dan herpes sebagai berikut :

Bronkitis kronis:
Akar putri malu 60 gram dan air 600 cc, direbus dengan api kecil menjadi 200 cc, dibagi 2 kali minum/hari. Lakukan selama 10 hari.

Rematik:
15 gram akar putri malu direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Setelah itu oleskan dan urut pada tempat yang mengalami rematik.

Herpes
Penyakit yang di disebabkan oleh virus ini gejala salah satunya adalah timbulnya ngilu pada saraf-saraf tubuh tertentu.
– Ambil daun putri malu secukupnya,cuci bersih.
– Rebus dengan air dalam panci stailess steel sampai mendidih.
– Pakailah air rebusan itu untuk mandi, terutama untuk membasuh bagian – bagian tubuh yang sudah mulai terserang virus. Lakukan tiga kali sehari.
– Selama pengobatan, hindari perubahan cuaca yang dratis untuk mencegah terjadinya komplikasi dalam bentuk gangguan kesehatan lain, seperti infeksi saluran pernapasan.

Rebusan daun dapat juga untuk luka akibat herpes di daerah kulit. Namun kalau merasa repot karena harus merebus, maka pemakaian luar untuk penyembuh luka yang bernanah, atau peradangan kulit yang tidak terlalu parah,dapat dilakukan dengan cara di oleskan.Yaitu cukup dengan menumbuk kasar tanaman segar (tanpa bagian akar) lalu tempelkan di daerah luka.

Perlu diingat, WANITA HAMIL dilarang mengonsumsi putri malu sebagai obat. suara merdeka

Posted in: Uncategorized