TAZKIYYATUNNAFSI

Posted on September 6, 2010

0


By.Achmad RF.———-
Berpuasa adalah ibadat yang menahan diri dari penyekit-penyakit hati (fakhisyah),kotoran-kotoran hati harus di buang.Bukan kotoron yang bersifat kimiawi,atau fisik,tapi lebih kepada kotoran-kotoran psikis.Salah satu ibadat yang kita komunikasikan dengan puasa adalah ibadat menjaga lisan dari menggunjing orang.Lidah tidak mengeluarkan kata-kata keji,kata yang tajam yang menyinggung orang lain.Bahkan kalau ia di ejek dan di cemoohkan  orang sekalipun,rosululloh SAW,menyuruhnya untuk menjawab pertanyaannya dengan kalimat “inni shooimun”(aku sedang berpuasa).Pengendalian seluruh unsur gerak lahiriah maupun bathiniah di kontrol sedemikian rupa sehingga dia mampu menggerakan pendengarannya,lidahnya,kakinya,rasanya,pandangannya,dan seluruh anggota badannya,bahkan getaran hatinya.Ini yang di sebut dengan puasa khususul khusus yang di maksud oleh Imam Ghazali.Karena tujuan puasa adalh menciptakan insan yang bertaqwa,maka pembersihan diri sangat dibutuhkan .Cahaya ruhaniyah tidak akan mampu menembus hati yang di penuhi dosa dan maksiat.Nur Allah swt tidak akan terpantul dari jiwa yang kotor.

Posted in: Ramadhan