SADARLAH……

Posted on Agustus 28, 2010

0


By.Achmad Reza Fahlevi——–
Kehidupan  adalah ujian bagi semua  makhluk hidup,orang yang tidak pandai dan tidak cerdas dalam mengisi sisa-sisa hidupnya  akan menanggung penyesalan yang sangat dalam.hal ini bisa kita rasakan dalam diri setiap manusia umumnya.kita terlalu sering memakai topeng-topeng kehidupan dalam hidup ini sehingga kita bisa mengintropeksi diri kita lebih jauh lagi,bahkan sering kita lupa diri  akan jati diri kita yang sebenarnya. Di sadari atau tidak, ketika kita berada dalam sebuah komunitas tertentu kita terperangkap di dalamnya dan tidak bisa keluar dari komunitas yang kurang berguna untuk kehidupan kita di akhirat nanti.
Kalau manusia sudah melupakan jati dirinya,maka  yang terjadi adalah tersesat dalam sebuah pemikiran sempit yang bertujuan untuk kepentingan sesaat dan semata-mata karena interest kita kepada dunia.Kesadaran hati akan hal ini sering terlupakan oleh sebagian kita selaku manusia yang di ciptakan  dengan tujuan awal , pada penciptaan manusia yaitu’’tidaklah aku jadikan jin dan manusia kecuali mengabdi kepada ku secara total”(firman Allah swt).
Bisakah kita menata hidup kita  dengan menggunakan akal dan nalar kita untuk memikirkan kehidupan kita yang tidak terlepas dengan dzat yang maha mulia dengan bukti-bukti penciptaannya alam raya.alam raya ini wujud karena ada yang menciptakan nya.Udara bintang ,langit,meteor ,dsb;adalah untuk mengaggungkan Allah se-agung-agungnya dalam nalar dan hati kita.tafakur pada  ciptaannya untuk mengetahui Sang pencipta bukan untuk mengetahui dzat sang pencipta.Ini akan melahirkan kesadaran dan penyadaran baru dalam berma’rifat kepada Allah swt.
Dan pada hakikatnya kematian juga merupakan ujian kita untuk lebih melihat ke arah yang lebih baik.Kematian fisik adalah kematian yang sudah umum dan itu sudah pada  kehendak Allah swt.Tapi hakikat kematian yang sebenarnya adalah kematian hati nurani,kematian nalar dan akal,kematian cinta kasih,kematian tidak berduli kepada fakir miskin,kematian tauhid,akhlak,ilmu ,itu lebih berbahaya ketimbang dari kematian itu sendiri.
Ketika sudah terjadi perubahan dalam hidup kita,maka perubahan itu adalah perubahan kebaikan dengan berjalan di atas koridor qur’ani.Kalau ternyata belum terjadi perubahan maka dia belum memahami pada penciptaan alam semesta ini.Sesungguhnya Allah itu dzat yang maha perkasa dan maha pengampun.Insyaallah kita masih di beri kesempatan untuk memperbaiki diri kita.amien.
Posted in: Artikel Tasawuf