RAMADHAN PERISAI NAFSU ANGKARA MURKA

Posted on Agustus 27, 2010

0


By.Achmad Reza Fahlevi——————————–
Ramadhan adalah filter kehidupan.karena berapa banyak manusia  terbius  dengan cinta kepada dunia  dengan nafsu angkara murka  timbulah hidup dengan penuh petaka.Oleh karena ,pantas oleh rosul ketika pulang dari perang badar mengatakan  ‘Raja’ min jihadil ashgar ila jihadil akbar’(kita kembali dari peperangan yang kecil untuk menuju kepada peperangan yang besar),para sahabat tercengang mendengar rosul mengatakan hal itu ,sahabat bertanya;Ayyu jihadin ya rosulallah ?perang  apa itu ya rosul.Dengan bahasa yang penuh santun rosul menjawab;Jihahdunnafsi ,yaitu perang melawan hawa nafsu.Inilah Ramadhan  atau puasa ,di mana puasa itu adalah memenjarakan hawa nafsu .berapa banyak orang menderita karena nafsu ,dan berapa banyak juga manusia bahagia karena nafsu.Nafsu angkara murka menjatuhkan orang,nafsu juga bisa mengangkat  dan membahagiakan orang.Manusia cenderung jatuh karena wanita (hubbusyahawi minnanisa),wanita bisa menjadi petaka,karena wanita ,lelaki bisa  berlinang air mata,begitupula sebaliknya ,tapi tanpa wanita lelaki juga tidak bisa bahagia.Itu di karenakah cinta.Karena hidup tanpa cinta bagai taman tanpa bunga.
Banyak juga orang jatuh karena nafsu kepada harta,contoh tsa’labah .semakin kaya semakin sombong,semakin kaya semakin jauh dari Allah swt,semakin kaya tidak mau sujud kepada Alloh,tidak mau puasa,dsb.Mereka pamer dengan kekayaannya.naudzu billah….Inilah Ramadhan,bulan yang penuh barokah.filter nafsu ,kita menjaga nafsu kita jangan sampai membara menimbulkan malapetaka.Dengan Ramadhan kita munculkan nafsu mutmainnah ,yaitu nafsu yang mengajak kepada nilai-nilai kebaikan.dan kita hindari nafsu amarah,nafsu lawwamah,nafsu-nafsu yang meninabobokan kita kepada cinta dunia.
Di dalam puasa Ramadhan ini,banyak orang-orang yang belum memahami terhadap hal-hal yang menjurus kepada yang halal dan hal-hal yang menjurus kepada yang haram di dalam puasa.artinya tergantung kepada niatnya ketika menjalankan puasa itu sendiri.Makanya puasa hati-hati dengan niat kita, puasanya ingin  sesuatu,puasanya karena takut mertua,puasanya karena ingin di lirik orang/riya,puasa ingin di nilai orang lain,dsb,inilah nafsu yang menjurus kepada kejelekan.Puasa harus di dasarkan karena Alloh.”Sesungguhnya shalatku,puasaku,ibadahku ,hidupku,matiku, hanya karena Allah swt.
Jagalah puasa kita jangan tergoda dengan angkara murka.cari keridhloan Allah swt dengan ibadah puasa .Mudah-mudahan ibadah puasa kita di terima oleh Allah swt.amien.
Posted in: Ramadhan