MARHABAN YA RAMADHAN

Posted on Agustus 12, 2010

0


by.Imroah Soleha——-
Maha Suci Allah ……..yang telah member tambahan peluang bagi manusia (mukminin) agar dapat mencapai derajat TAQWA, yaitu dengan diwajibkannya puasa pada setiap bulan ramadhan.
Sekilas dapat dirasakan, bahwa setiap kewajiban adalah”pembebanan”, dengan pengertian lain setiap melaksanakan kewajiban, maka bukan kebebasan yang dirasakan, melainkan keterbatasan dan pengekangan. Perasaan seperti ini adalah umum! Hanya orang! Hanya orang khusus (khowash) yang merasa kebalikannya. Tidak gampang melaksanakan ibadah dengan ikhlas. Tidak mudah memperoleh perasaan seperti orang-orang khowash. Perlu latihan…! Di dalam program pelatihan itu dibutuhkan disiplin dan peraturan serta ketaatan, yang sering kali pelaksanaannya dengan system”paksa”.
Ya …itulah disiplin yang didalam bahasa syariat “WAJIB”. Syahadah, sholat, zakat, puasa dan haji adalah kewajiban, yang berarti harus dilaksanakan dengan baik dan benar, sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Banyak sekali ayat-ayat Allah dan Hadits Rasul menjelaskan tentang pemberian pahala dari Allah kepada orang-orang yang taat melaksanaka kewajiban dengan benar dan ikhlas. Berarti “kewajiban” bukanlah dipaksa untuk menerima beban! Tetapi kewajiban adalah alat untuk memaksa manusia agar mendapat pahala.
Maha Suci Allah…! Puasa Ramadhan adalah wajib.
Maha Suci Allah…! Kewajiban bukan beban tetapi rahmat.
Maha Suci Allah…! Ramadhan datang setiap tahun, tanda fasilitas rahmat semakin banyak.
Maha suci Allah…! Yang telah mewajibkan zakat, peluang manusia (mukmiin) untuk taat. Peluang bagi fakir miskin meraasakan nikmat.
Maha Suci Allah…! Yang melindungi dan menyelamatkan manusia dengan syariat-Nya. Melatih manusia dengan puasanya. Mensucikan makhluk dengan shadaqahnya.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Rasulullah Saw. Bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT membebaskan banyak (ruh-ruh dari neraka) setiap siang dan malam, yakni pada bulan Ramadhan. Dan sesungguhnya bagi setiap muslim pada setiap siang dan malam ada satu do’a dikabulkan. (Bazzar At-targhib).
Posted in: Artikel Tasawuf