KOTAK WASIAT DZUN NURAIN

Posted on Juli 26, 2010

0


Dari sahabat Anas RA, beliau berkisah ; ” tatkala para pemberontak membunuh Saidina Ustman RA, mereka masuk kedalam gudang beliau, maka mereka menemukan sebuah laci, mereka pun berujar ” Ini pasti pilihan Ustman dari harta rampasan kaum muslimin. ” Mereka pun seera memecahkan laci tersebut. ternyata didaalamnya ditemukan sebuah kotak, mereka serentak berkata” wah ini dia pasti permata-permata Ustman” , setelah dibuka ternyata hanya ditemukan selembar kertas yang bertuliskan kalimat-kalimat seperti berikut :

” Ustman bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, dan tiada sekutu baginya. Dan sesungguhnya Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. Dan sesungguhnya hari kiamat pasti akan tiba, tidak diragukan lagi adanya. Dan Sesungguhnya pula Alloh akan membangkitkan manusia didalam kubur. Denan berpegang teguh kepada kalimah itulah kami hidup dan mati.”

Dan diatasnya tertulis syair indah berbunyi ( tarjamah bebas) :

Kekayaan hati
puaskan dahaga jiwa
sehingga semuanya terpenuhi
walau kemiskinan menghimpit raga
bukan !!!!
kemiskinan bukan kesulitan
bukan pula kehinaan
karena itu bersabarlah

wahai nafsul muthma’innah…………
tatkala engkau temui hambatan
atau pun kepayahan
bukankah Tuhan telah berfirman
didalam hadits maupun al qur’an
bahwa disetiap kesulitan
pasti disusul kemudahan

Sahabat Anas meneruskan kisahnya ; ” Maka dibuanglah kertas itu oleh para pemberontak. kemudian sahabat Abdullah bin Salam pun bertanya kepada sekalian oran yang hadir pada saat-saat kematian saidina Ustman, ujarnya ” Apa yang dikatakan saidina Ustman tatkala beliau meregang nyawa?” mereka menjawab, ” kami semua mendengaar beliau berdo’a : Allahummajma’ ummata muhammadin tsalatsa : Ya Allah persatukanlah ummat Muhammad berulang-ulang tiga kali. Maka berkatalah Sahabat Abdullah ; Demi Allah, yang menguasai diriku, seandainya Utsman berkata ; Tidak akan bersatu umat Muhammad selamanya, maka mereka pun tidak akan pernah bersatu selamanya.

Wahai segenap kaum muslimin, marilah kita menengadahkan tangan kehadhirat Ilahi Robbi, seraya mengamini do’a sayyidina Ustman Dzun Nurain.
Oleh : Ibn Khasbullah

______________________________________________________

dinukil dari tabloid ukhuwah No. 02/10/87 halaman 20

Posted in: HIKAYAT