Asal nama IJAJIL

Posted on Juli 26, 2010

0


———Dalam aneka sastra Jawa, seperti pada SERAT RENGGANIS, SERAT AMBIYA, dll, nama ini sering dipakai sebagai nama sumber kejahatan. Aslinya mengadopsi dari bahasa Arab/ Suryani/ Ibrani: IZAZIL atau AZAZIL/ AZAZEL (ﻋﺯﺍﺯﻴﻞ). Nama Azazil dapat kita temukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab Tafsir Ibnu Katsier, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48). Nama ini juga ada dalam legenda Yahudi dan digambarkan sebagai SETAN berbadan domba jantan.

Azazil adalah seorang Malaikat?

Ibnu Katsier dan penafsir lainnya menulis bahwa Azazil adalah seorang Malaikat yang rupawan dengan memiliki empat sayap, bahkan menjadi Sayyidul Malaaikat sebagai pemimpin malaikat KARUBIYYIN dan juga mendapat tugas sebagai Khoziin al- Jannah (Bendaharawan sorga) selama beberapa puluh ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah (Hadist riwayat Ibnu Abbas dari Muhammad bin Ishaq, dari Kholad, dari Ibnu ‘Atho’, dari Thowus, dan dari beberapa hadist yang lain). Namun kalau dihadapkan pada ayat: “Laa ya’shuunalloha maa amarohum wayaf’aluuna maa yu’marun..” = “.. dan para malaikat itu tidak akan mendurhakai Allah dan mereka akan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan…”.(At- Tahriim 6), maka IJAJIL ini mungkin hanya hidup dekat dengan para malaikat tapi ia sendiri BUKAN MALAIKAT, namun level ibadahnya setara dengan malaikat, seperti JIBRAIL- IZRAIL- ISROFIL, MIKAIL dll. Dan ini bersesuaian dengan pernyatan Iblis sendiri: “Kholaqtanii min naar “= “Engkau Ciptakan aku dari api…”, sedangkan kita tahu para malaikat itu diciptakan dari NUR., bukan dari api.
Dalam ayat lain disebutkan: ” Kaana minal Jinn” = Iblis itu bagian dari bangsa Jin…” (Al- Kahfi 51) Demikian juga mereka berkeluarga dan punya anak turun temurun seperti IFRIT (An- Naml 39), sebagaimana disampaikan oleh Imam Mujahid dan Qotadah : “Innahum yatawalladuuna kama yatawalladu banuu Adam” – tidak sebagaimana malaikat yang tidak beranak tidak beristri. (Al- Khoziin/ Al- Baghowi III-1/212 – 216 / Surat Al- Kahfi 50).

Namanya berubah menjadi Iblis

Ketika Allah menciptakan Adam A.S sebagai calon kholifah di bumi dan memerintahkan seluruh malaikat untuk SUJUD HORMAT (bukan sujud menyembah) kepada Adam yang telah diberikan beberapa kelebihan ilmu, maka seluruh malaikat pun bersujud, menghormat Adam, kecuali IJAJIL, karena dipengaruhi oleh watak aslinya, yakni: DENGKI (hasad) dan SOMBONG (takabbur). Dia menolak karena Adam hanyalah makhluq yang diciptakan dari tanah, sedang dia diciptakan dari api. “Abaa wastakbaro wakaana minal kaafiriin = Dia menolak dan menyombongkan diri, maka dia termasuk kedalam kelompok mereka- mereka yang kafir”(Al- Baqoroh 34).
Maka sejak pembangkangan dan kesombongannya itu runtuhlah kemuliaan dan ketinggian namanya (Ibrani: Aza = Izzah = mulia, El = Eli= Allah ==>Azazil = makhluk yang dimuliakan Allah). Rupanya pun berubah buruk menakutkan dan sebutan panggilannya diganti oleh Allah menjadi IBLIS laknatullah, dari kalimat BALASA yang artinya adalah “terputus dari rahmat Allah”.

Maka siapapun, bahkan termasuk makhluq yang pada awalnya mulia seperti Ijajil yang amaliyahnya setara atau bahkan mengungguli amaliyah para malaikat, apabila dia melakukan dua hal tersebut diatas, yakni: 1- Abaa (membangkang), dan 2- Istakbaro (pembangkangannya dilakukan karena kesombongan hatinya), maka akan jatuhlah ia pada kekafiran, naudzu billaahi mindzaalik.

Iblis, bapak segala setan, hidup sampai akhir zaman

Karena pembangkangannya, maka Allahpun melaknatinya dan mengancam siapapun yang ikut membangkang bersama dia dengan firman Nya: “Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahannam dengan jenis kamu dan segala orang- orang yang mengikuti kamu diantara mereka semuanya” (Shood 85).

Karena ia menganggap kemuliaannya runtuh gara- gara Adam, iapun mendendam dan bersumpah akan menggoda dan merayu Adam dan seluruh keturunannya, kecuali mereka- mereka yang hatinya bersih dan ikhlas. (Shod 83).

” Maka segala godaan dan rayuan tak akan mempan menghadapi orang- orang yang hati dan jiwanya bersih. Untuk melampiaskan dendamnya, ia memohon kepada Allah agar kematiannya ditunda sampai hari kiamat, iapun memohon:
“Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. (Al- Hijr 36/ Shod 79).

Allah mengabulkan permintaan Iblis tersebut dengan firman Nya:

“Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan (ajalnya). Sampai waktu yang telah dimaklumi (yakni hari kiamat)”. QS. Shod 80 – 81.

Demikianlah, Iblis dan segala zuriyatnya tak akan mati dan terus beranak pinak sampai hari kiamat tiba, dan terus menerus tanpa kenal lelah akan menggoda dan merayu zurriyyat Adam.
Semoga Allah menjadikan hati kita bersih dan ikhlas dalam beramal sehingga kita dapat selamat dari rayuan gombal keturunan IJAJIL. Amiin.

_______________________________________

Oleh: KH.Khaeruddin Khasbullah

Posted in: Artikel Tasawuf