BETAPA PENTINGNYA INTROSPEKSI DIRI

Posted on Juli 10, 2010

0


by.Imroa solecha——
Kata introspeksi tidak asing lagi di telinga kita. Intropeksi berarti melihat ke dalam diri kita atas apa saja yang telah kita lakukan atau lebih mudahnya adalah kegiatan untuk mengevaluasi diri dengan cara bercermin atas apa yang telah kita jalani. Out put maksimal dari inttrospeksi diri adalah mendapatkan pemetaan tentang kualitas, kapasitas, dan kapabilitas diri kita sebagai manusia biasa yang memang tak luput dari kelemahan.
Sama halnya dengan introspeksi, ekstropeksi juga kan memberikan manfaat yang luar biasa bagi yang melakukannya, yakni bagi seseorang yang mau berkembang dan terus memperbaiki diri setiap hari. Hanya saja jika introspeksi dilakukan dengan cara mengevaluasi ke dalam internal pribadi atas apa yang telah dilaluinya, begitu juga sebaliknya jika ekstropeksi adalah mengevaluasi sisi eksternal kita atas apa yang terjadi untuk diambil pelajaran.
Mengapa hal itu penting ?? sebab,ctidak ada hal yang kebetulan di dunia ini, seperti tercermin dalam firman Allah SWT berikut ini ,”(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(qs Ali Imran (3): 191).
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa tidak ada yang sia-sia dalam setiap peristiwa yang terjadi disekitar kita. Dengan melakukan ekstrospeksi, kita akan mendapatkan ide-ide segar yang baru dan tepat sebagai solusi menyikapi hasil introspeksi diri kita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membaca, bertanya, dan mendengarkan segala informasi dan pengetahuan terkini yang berguna. Bahkan kita juga bisa belajar dari kejadian alam di sekitar kita.
Dengan melkukan introspeksi dan ekstrospeksi diharapkan kita menjadi manusia yang beruntung, yakni sesuai pesan Rasul Muhammad saw kepada umatnya, seseorang yang beruntung adalah yang kondisinya hari ini lebih baik dari kemarin. Seseorang yang mau memperbaiki diri dan melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih baik. Sehingga kita terhindar dari kemandekan apalagi kemunduran, sebab perubahan adalah kehidupan itu sendiri dan stagnan berarti mati.

Posted in: Artikel Tasawuf