RAPUHNYA KITA…..

Posted on Juli 4, 2010

0


by.Imroa സോലെഹ
Mari kita saling memaafkan! Sehingga, dihadapan Allah kita menjadi orang-orang yang saling berkasih sayang diantara sesama hamba Allah.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan lemah, dan rapuh. Karena rapuhnya, manusia tidak kuat menahan lapar, haus. Maka, tak jarang kita saksikan manusia sedikit-sedikit makan, minum dan tidur. Namun, beda dengan nabi junjungan kita, nabi Muhammad saw. Beliau lebih sering lapar dari pada makan. Alias sedikit makan, sedikit tidur.
Supaya kita, jangan rapuh, jangan ringkih, maka bersandarlah pada yang Maha Kuat. Siapakah yang kuat, yang memiliki kekuatan maha dahsyat?? Dia adalah Allah SWT.
Contohnya, sebelum mengerjakan segala sesuatu sebaiknya berdo’a, karena sesungguhnya, segala apa yang ada di dunia ini adalah milik-NYA. Bukan hanya jasmani kita ataupun pikiran kita, namun apa-apa yang kita miliki rapuh. Rumah kita, serta segala apa yang ada di dalamnya, bahkan bumi kitapun rapuh. Sebagaimana firman Allah disebutkan dalam surat Al-Anfal ayat : 2
??????? ??????????????? ????????? ????? ?????? ???? ???????? ??????????? ??????? ???????? ?????????? ??????????? ??????????? ????????? ???????? ????????? ????????????? ???
2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Siapa yang bertawakal maka, Allah pun akan terlibat dalam urusan itu. Kalau tidak dengan keterlibatan Allah, dalam urusan kita, maka tidak mungkin mampu melakukan sesuatu. Meski itu hanya mengangkat sehelai benang yang sangat ringan.
Jangan pernah tinggalkan Allah dalam segala aktifitas kita. Namun, libatkanlah Allah di dalamnya. Segala urusan dari sejak hendak tidur, hingga bangkit dari tidur. Karena kesuksesan kita terletak pada bagaimana kita bertawakal kepada Allah.
Melibatkan Allah itu termasuk berdo’a, sekaligus meniatkan semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah, maka kesuksesanlah yang kita dapatkan. Contoh, ketika kita lapar bertawakal kepada Allah, lalu kita makan dan makanan yang telah kita cerna berubah menjadi kekuatan yang mampu membuat kita beribadah dengan sempurna.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu bertawakal kepada Allah. Amin.
Posted in: Artikel Tasawuf