CINTA YANG SEMPURNA

Posted on Juni 28, 2010

0


By.Achmad Reza Fahlevi

Ketika kita  mengucapkan kalimat lailaha illah secara zohir dan batin ,di situlah  keduniaan kita(hubbudunya)kita lepas secara rela ataupun tidak rela untuk meraih cinta Allah.Sehingga kita tidak marah kalo kita memilki  bangku-bangku tertentu dalam tanda kutip,di ambil orang bahkan tidak perlu kita mengeluarkan otot untuk mempertahankan bangku-bangku itu.Karena pada hakikatnya kita tidak butuh bangku-bangku,yang kita butuhkan adalah hanya cinta Allah.Dan hati ini selalu berkata “saya hanya butuh Allah ada di hati ini”,Saya hanya butuh Allah yang menyejukan hati ini.
Tidak bisa kita pungkiri di kantor-kantor dan di manapun orang selalu meributkan uang,jabatan,bahkan perempuan.Keliatannya kasuistik semacam ini tidak melihat umur,..yang tua bangka pun kadang ga menyadari dirinya ikut larut dalam persoalan –persoalan semacam ini, apa ga inget umur?apa ga inget tubuh mereka udah bau tanah..ujar seorang kawan saya yang sangat sholihah.Itulah wajah dunia,tinggal kita yang memilihnya kalo masih punya pilihan.ternyata kita ga bisa memilih,kita harus tunduk kepada nash al-qur’an.Firman Allah swt:
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka[1134]. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”.(Al-Qashas;68)
[1134] Bila Allah telah menentukan sesuatu, Maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah.
Dan ketika di tanya pilih surga apa neraka,orang sering menjawab ,dengan jawaban berat surga saja.Kalau neraka juga buat apa ? ada yang megatakan surga neraka adalah sebuah simbol kehidupan ,sehingga surga sudah di bawa ngalor ngidul .Kalo kita pikir ngapain sih kita harus bersitegang meributkan surga dan neraka ,kita selalu melupakan cinta allah yang lebih besar nilainya dari surga itu sendiri..Keyakinan akan di cintai Allah tidak kemudian dengan melihat sebuah perhatian batin kedalam sendiri atau mencari kesalehan pribadi buat mengukur keberhasilan kalau dia di cintai Allah.Sebuah keberhasilan di katakan berhasil,jika ia mampu menghadirkan cinta Allah setiap saat dalam kehidupan fana ini.Saya yakin sekali kalau Allah mencintai saya,seperti saya mencintai Allah.Pede banget kedengarannya,siapa Allah siapa kita.Pernahkah kita mendengar orang putus cinta,pernah kita mendengar orang mencintai orang yang bertepuk sebelah tangan.Dengan kata lain cintanya di tolak.Kalau kita pikirkan kenapa cinta kita di tolak? Itu semata-mata karena kita cinta Allah setengah-setengah.Sering kita liat orang mengatakan “I LOVE YOU FULL ALLAH SWT”  lidah boleh mengatakan demikian keras,tapi percuma kalau kalimat itu keluar bukan dari hati yang terdalam,bukan dari sanubari yang bersih.malah kadang dari sanubari yang di penuhi dengan syahwat keduniawian.Kemungkinan besar cintanya akan di tolak.Kita mengaku-ngaku cinta kepada Allah tapi kita masih meributkan kenikmatan yang bakal kita peroleh di surga nanti,kita masih takut akan di masukan ke neraka., lalu siapakah yang lebih kita takutkan di dunia ini kalau bukan kemurkaan Allah itu sendiri,kalau bukan kebencian Allah itu sendiri kepada kita..Kita pamrih cinta kepada Allah.Firman Allah;”Takutlah Engkau kepada Allah di mana saja anda  Berada”Itu artinya janganlah kamu di muka bumi ini berkelakuan ,bertindak yang akan menimbulkan kebencian Allah,yang akan di putus cintakan oleh Allah.
Tujuan akhir kita adalah bukan masuk surga,tujuan akhir kita adalah bagaimana ketika kita mati nanti ,di ujung nafas kita kalimat lailahaillah tidak hilang  di hati dan lidah kita dan cinta Allah masih tercurah kepada kita.Tujuan akhir kita adalah sebuah proses dalam kehidupan mencintai Allah semaksimal mungkin.Malahan kita jangan bicara akhir tapi yang terpenting kita berbicara masalah proses dalam kehidupan untuk mencintai Allah dengan sebenar-benarnya cinta.
Alaaahh ..Ribet amat sih pengertian  cinta kepada Allah,ujar temanku yang sholeh,yang jelas aku mau berbuat baik di dunia dan ikhlas itu aja.Sebenarnya kalau kita pahami cinta kepada Allah itu tidak seribet kita mencintai makhluknya yang memiliki karakter yang berbeda,dan tabiat perangai yang bermacam-macam.Cinta kepada Allah itu sudah ada rule nya di dalam nash Al-Qur’an.Kita puasa ,kita zikir,Kita pergi haji,itu untuk apa; itu adalah bukti kalau kita cinta kepada Allah.Ibadah makhdoh maupun ibadah ghairu makhdoh semua adalah satu unit yaitu IBADAH.Yang kesemuanya itu adalah Alat atau wasilah untuk mencintai Allah dan Ibadah itu bukan sebuah tujuan itu adalah instrumen supaya kita bisa bermesraan dengan Allah dengan hidup semesra-mesra nya.
Mari kita tebarkan pesona kita di mana-mana kepada Allah ,lakukan yang terbaik supaya kita di lirik Allah,CAPER  /cari perhatiannya Allah,raih cinta Allah. Dan yang sebenarnya adalah bagaimana kita meraih perhatian Allah dalam segala hal di dunia ini.Kita lakukan hanya karena Allah,untuk Allah dan kepada Allah.Amiiiin.

Posted in: Artikel Tasawuf