Pesimisme Tasawuf

Posted on Juni 26, 2010

0


Oleh.Ahmad Reza Fahlevi
Sebagian orang berasumsi dengan latar belakang pengetahuannya tentang tasawuf,kita tidak boleh mencela bahkan membatasi sebuah pemikiran tentang tasawuf dalam sebuah batas pemikiran yang mikro sentris.Artinya orang boleh berpendapat apa saja tentang tasawuf .tasawuf itu ortodoklah,kuno lah,dan sebagainya.bahkan ada yang berpendapat bahwa tasawuf itu bersifat eksklusif.melarikan diri dari realitas dunia dan hanya merupakan kesalehan individual saja,jauh dari kesalehan sosial atau struktural.
Kalau kita tinjau dari segi  sejarahnya tasawuf sebagai kebudayaan islam  sempat mengalami nasib sebagaimana yang di tuduhkan itu.Tetapi apabila di kaji lebih jauh,hal tersebut tidak seluruhnya benar.Munculnya kenyataan di atas  tidak bisa dilepaskan dari adanya faktor historis,yaitu terdapatnya ketimpangan sosial,ekonomi dan politik pada waktu itu.
Dan sesungguhnya dalam ajaran tasawuf itu jauh dari tuduhan tersebut.Harus di akui,disamping terdapat ajaran yang bersifat individual,juga banyak ajaran sosial spiritual seperti al-futuwwah dan al-itsar.
Yang pertama mempunyai sifat kepahlawanan,mau berkorban demi kepentingan orang lain atau kepentingan yang lebih besar,termasuk di dalamnya ingin menghapus sifat angkuh,dan berusaha hidup penuh kasih sayang .Sedangkan yang kedua merupakan sikap mementingkan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.
Dengan demikian tasawuf mempunyai kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan,baik yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologis,sosiologis,politis,ekonomis,pluralitas,moralitas,maupun intelektualitas.
Posted in: Artikel Tasawuf