Barzakh

Posted on Juni 2, 2010

0


Barzakh (Bahasa Arab برزخ) adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat. Penghuni barzakh berada ditepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan). Menurut syariat Islam dialam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat  Munkar dan Nakir.
Etimologi

Secara harfiah Barzakh berarti jarak waktu atau penghalang antara 2 hal dan tidak ada yang sanggup melewatinya.[1] Menurut syariat Islam barzakh berarti tempat yang berada diantara maut dan kebangkitan, menurut firman Allah dalam Al-Quran Surah Al Mu’minuun: 100,
“     Di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Ia menjawab, itu adalah alam antara kematian dan kebangkitan kembali.(Al Mu’minuun, 100)     ”

Dengan kata lain tempat yang disebut barzakh adalah mulai dari waktu kematian sampai dibangkitkan hidup kembali.
[sunting] Keadaan mayat

Seseorang yang telah mati tidak akan mengetahui kehidupan dari orang yang masih hidup karena ia tinggal didalam dunia yang benar-benar beda. Bagaimanapun, dikisahkan bahwa seseorang yang mati dapat merasakan langkah kaki dari orang berjalan.

Dikisahkan bahwa Muhammad melihat seseorang yang berada didalam sumur, yang mana tubuh dari orang kafir ini dibuang kedalam sumur, ia terbunuh pada Perang Badar dan Muhammad berkata, “Pernahkan engkau menemukan kebenaran tentang Tuhan yang dijanjikan kepadamu?” Umar bertanya, “Engkau menyapa orang mati.” Muhammad menjawab, “Mereka mendengar lebih baik dari pada kamu, tetapi mereka tidak bisa membalasnya.”[2]

Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di barzakh. Apakah termasuk penghuni surga atau neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya pintu surga, hawa sejuk surga akan mereka rasakan setiap pagi dan sore. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya dan dia akan merasakan hawa panas neraka setiap pagi dan sore.

Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kain kafan dari surga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan ruh yang baik untuk keluar dari jasadnya.

Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah, kemudian Allah memerintahkan pada malaikat untuk mencatat kitab hamba-Nya ke dalam ’illiyiin dan dikembalikan ruhnya ke Barzakh. Setelah dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat, Munkar dan Nakir yang akan bertanya kepada sang mayat. Pertanyaan itu adalah;

    * “Siapa Tuhanmu?”
    * “Apa agamamu?”
    * “Siapa lelaki yang diutus kepadamu?”
    * “Siapa yang mengajarimu?”

Menurut syariat Islam, hanya orang yang beriman saja yang dapat menjawabnya dengan baik. Maka kemudian akan diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga, dilapangkan dan diterangkan kuburnya. Sang mayat akan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah gambaran dari amal perbuatannya selama hidup didunia. Keadaan berubah sebaliknya jika simayat adalah orang yang tidak beriman.
[sunting] Azab Kubur

Azab Kubur menurut Ibnu Taimiyah menyelaraskan dengan para ulama lainnya, bahwa ruh-ruh orang beriman berada di surga, walaupun bersamaan dengan itu ruhnya dikembalikan ke jasad, sama halnya dengan ruh berada di jasad, tetapi ruhnya naik ke langit seperti pada saat tidur. Adapun bahwa ruhnya berada di syurga itu berdasarkan hadits-hadits umum. Hal ini ditegaskan oleh Imam Ahmad dan ulama lainnya. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang umum dan hadits yang khusus mengenai tidur dan lain-lainnya. Mengenai azab kubur Mahzab Ahlusunah berpendapat bahwa azab kubur mengenai ruh itu baik terpisah dari jasad atau berhubungan dengan jasad, sedangkan Ibnu Taimiyah berkata azab dan kenikmatan menimpa jasad dan jiwa sekaligus.
[sunting] Hadits tentang azab kubur

Ada hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, diantaranya adalah dari Ibnu Abbas. Ia berkata, Nabi Muhammad melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa didalam kuburnya. Nabi bersabda, “Dua orang sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.” Kemudian beliau bersabda, “Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan dengan mencaci maki.” Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, “Wahai rasulullah, kenapakah engkau perbuat ini??” Beliau bersabda, “Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah ini belum kering?”[3]

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu beliau bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu tidak beristinja dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini??” Beliau bersabda, “Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering?”[4]
[sunting] Tiga kelompok di Barzakh
Wiki letter w.svg Bagian ini membutuhkan pengembangan
[sunting] Keadaan ruh dalam Barzakh

    * Ruh nabi dan rasul

Ruh mereka berada ditempat yang paling baik dan paling tinggi.[5]

    * Ruh syuhada

Ruh para syuhada berada ditengah-tengah burung hijau dan memiliki lampu yang tergantung dilangit, ruh itu dapat keluar dari surga sekehendaknya, kemudian bisa kembali ke pelita tersebut, menurut kisah dari Masruq ketika bertanya kepada Abdullah Bin Mas’ud.[6]. Firman Allah dalam Ali Imran: 169, “ Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, tetapi mereka itu di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imran: 169).

Ruh sebagian syuhada dan bukan semua syuhada, sebab diantara meraka ada yang ruhnya tertahan karena memiliki hutang yang belum ditunaikan. Dari Abdullah Bin Jahsy diceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Muhammad dan bertanya, ”Ya Rasulullah apa yang terjadi padaku jika akau terbunuh dijalan Allah?” Muhammad menjawab, “Syurga,” Ketika orang berpaling, Beliau berpaling” kecuali ada hutang, baru saja Jibril memberi tahu aku.”

    * Ruh mukmin yang saleh

Ruh mereka seperti burung yang begelantungan di pohon surga sampai dikembalikan oleh Allah ke jasadnya pada hari kiamat. [7] Perbedaan antara ruh para syuhada dengan ruh kaum mukmin adalah bahwa ruh syuhada berada di sangkar burung hijau sambil terlepas berjasan ke sana kemari di taman syurga, lalu kembali ke lampu pelita yang tergantung di ‘Arasy, sedangkan ruh kaum mukmin berada di sangkar burung tergantung di syurga tetapi tidak berjalan kesana kesini di surga.

    * Ruh orang maksiat

Nash-nash yang menjelaskan azab yang diterima oleh orang yang suka maksiat telah dikemukakan. Orang yang kebohongannya merajalela di azab dengan besi yang ujungnya bengkok yang dimasukan kemulutnya sampai ke tengkuk. Kepala orang yang meninggalkan shalat wajib karena tidur, kepalanya akan dihancurkan dengan batu. Bagi para Pezina Laki-laki dan Perempuan akan disiksa di sebuah lubang seperti tungku dari tembikar untuk membakar roti yang bagian atasnya sempit dan dibawahnya luas, sementara api menyala-nyala dibawahnya. Orang yang suka makan Riba berenang dilautan darah dan di tepi lautan darah itu ada orang yang melemparinya dengan batu. Demikian juga dengan orang yang suka mengadu domba diantara manusia dan juga orang yang menyembunyikan harta ghanimah dan lainnya.

    * Ruh orang kafir

Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwa setelah melukiskan keadaan orang beriman samapi menempati tempatnya di syurga, Muhammad menyebut keadaan orang kafir beserta sekarat yang dialaminya. Setelah ruhnya dicabut, ruh yang keluar dari jasad orang kafir baunya busuk sampai para malaikat yang membawanya ke pintu bumi berteriak, “Alangkah busuknya ruh ini.” Kemudian mereka membawanya bertemu dengan ruh-ruh kafir lainnya.
[sunting] Catatan kaki

   1. ^ “Barzakh (Barrier) which they do not transgress – A life in the grave”
   2. ^ Hadits riwayat Imam Bukhari.
   3. ^ Hadits riwayat Imam Bukhari.
   4. ^ Hadits riwayat Imam Bukhari.
   5. ^ Aisyah mendengar Muhammad dalam detik-detik terakhir kehidupannya mengucapkan doa, “Ya Allah tempatkanlah aku ditempat tertinggi (Ar Rafiq al A’la).” (H.R. Bukhari).
   6. ^ Masruq bertanya kapada Abdullah Bin Mas’ud menjawab, Ruh mereka berada di tengah2 burung hijau dan memiliki lampu pelita yang tergantung di langit. Ruh itu dapat keluar dari surga sekehendak dirinya, kemudian kembali ke pelita tersebut.”(H.R. Imam Muslim)
   7. ^ Dalam hadits diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik, Muhammad bersabda, “Jika ruh seorang muslim itu laksana burung yang bergelantungan di pohon syurga sampai Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari kiamat.”(H.R. Ahmad).

[sunting] Referensi

    * Barzakh di islamonline.net

[sunting] Pranala luar

    * http://www.islamfrominside.com/Pages/Tafsir/Tafsir(10-30).html
    * http://www.dakwatuna.com/2007/perjalanan-hidup-manusia/
    * http://www.as-sidq.org/barzakh.html The Life Beyond the Grave – Conditions of Barzakh

Posted in: Artikel Tasawuf