APAKAH AL-HAQ DAN KEBENARAN ITU?

Posted on Mei 21, 2010

0


By.Achmad Reza Fahlevi
Firman Allah swt:Dan kami turunkan Al Quran itu dengan haq dan sebenar-benarnya,dan Al-Qur’an itu telah turun dengan membawa kebenaran.Dan kami tidak mengutus engkau ya muhammad,melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan(Al-Israa:105)”.
Sebuah kebenaran yang harus kita pahami adalah tentang kebenaran,bahwa semua hal yang di di turunkan allah adalah selalu dan always kebenaran.Bumi dan langit ciptaannya,semua makhluk,terutama manusia,semuanya atas dasar latar belakang al-haq.
Kebenaran itu datangnya dari Allah,kesalahan itu datangnya dari pribadi kita yang lemah.Sering manusia selalu menganggap dirinya benar,terkadang sampai kepada pembenaran dirinya pribadi(true claim).kalo manusia sudah berada pada tataran true claim sulit untuk di ajak kembali kepada sumber kebenaran kita yaitu Al-quran .
Kebenaran yang bersumber pada Al-qur’an tak di ragukan lagi dan tak perlu bimbang,tak terdapat kebatilan di dalamnya,sebagaimana firman Allah swt di S.Fushilat ayat 42:Yang tidak datang kepadanya(Al-Qur’an)kebatilan,baik dari depan ataupun dari belakang,yang diturunkan allah yang maha bijaksana dan maha terpuji”.
Yang sering terjadi di kehidupan kita adalah,ketika kita sering mewasiatkan dunia dan seisinya kepada anak-anak kita,lain sekali wasiat yang di sampaikan nabi Ibrahim kepada anak-anak nya tentang sebuah kebenaran sampai ia mengatakan kepada anak-anaknya :”Hai anak-anaku ,sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu,maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama islam..
Itulah agama yang haq,agama islam yang sudah Allah pilihkan bagi manusia untuk menuju akhir hayat yang baik,sebagai manusia muslim yang pasrah dan menyerah.
Kita harus berpendirian bahwa di luar al-haq itu hanyalah ada Dhalalah(kesesatan) belaka.
Pada dasarnya manusia cenderung kepada al-haq dan kebenaran,mengaku berada dan mengharapkan senantiasa kepada al-haq/kebenaran tersebut.Betapun salah atau batilnya tersingkap,namun ia tetap menganggap,bahwa dirinya dalam kawasan al-haq adanya.Sebelum hijab terbuka,orang akan bertahan pada kebathilan dan kesalahannya,bahkan ia menganggap orang lainlah salah dan bathil.Akan tetapi bilamana hijab telah tersibak,taufiq dan hidayah membuka qolbunya,maka terjadilah suatu keanehan yang menakjubkan,bahwa yang ngotot dan gigih tadinya bertahan diatas kesalahan dan kebathilan itu tiba-tiba rujuk,kembali kepada al-haq yang sebelum itu di lawan dan di tentang.
Demikianlah yang terlihat dari masa kemasa dan dari kenyataan yang sering terjadi dari dulu sampai sekarang.Kembalinya kepada al-haq dan kebenaran ,sebaiknya atas usaha sendiri,atas kesadaran diri .Manusia dalam hidupnya apabila ingin selamat ,ikhtiarnya,agar manusia itu senantiasa berada di jalur yang al-haq.Kalau saja jalur al-haq itu di tinggalkan,suatu keharusan akan terjadi,yaitu pembenturan dan pelanggaran antara manusia,kekacauan dan keributan yang menjadi akibatnya.Apabila orang sudah mengambil jalur di luar al-haq maka ia memilih jalur kebatilan.Dan kalau sudah demikian ,maka kezhalimanlah yang akan timbul ,baik dari diri sendiri,atau terhadap diri orang lain.Dan akibat selanjutnya adalah kebinasaan dan kerusakan menyeluruh:sebagaimana sinyalemen Allah dalam surat Al-Mukminuun ayat;72:Dan jika al-haq yang mereka tundukan kebawah hawa nafsu mereka,alamat akan rusak binasalah langit dan bumi dengan segala apa yang ada di dalamnya”.
Tentang orang-orang yang berada di jalur al-haq rosul pernah mengatakan dalam sebuah hadist;”Akan ada dari segolongan dari umatku,orang-orang yang tetap melahirkan al-haq dan kebenaran .Mereka tiada akan keberatan terhadap siapa yang tidak menyetujui mereka,sehingga tiba keputusan Allah swt”.
Manusia dalam perjuangannya hidupnya,senantiasa menghadapi dua pilihan.Ialah pilihan anatara al-haq dan al-bathil,antara kebaikan dan kejahatan.Kita akan selalu di uji dengan dua hal tersebut,untuk menentukan siapa yang lulus dengan dua ujian itu,untuk tetap bertahan dalam jalan yang benar atau jalur al-haq.yang sesuai dengan fitrah-nya.Dalam al-qur’an s.al-anbiya;35 Allah swt berfirman:’Setiap diri akan merasai kematian,dan kami akan memberikan cobaan dengan keburukan dan kebathilan,serta dengan kebaikan dan al-haq sebagai fitnah cobaan yang sebenar-benarnya ,dan hanya kepada kamilah kamu akan di kembalikan”.
Maka ,alangkah manisnya dan nikmat hidup ini,manakala al-haq dan kebenaran telah bersemayam di hati.Akan tetapi sebaliknya,alangkah pahitnya hidup ini,pabila al-haq telah tiada di dalam hati kita,dan orang sudah tidak sudi lagi menjunjung yang haq.Hal ini bisa terjadi kalau manusia sudah menginjak-injak al-haq dan kebenaran.
Sebenarnya ,bukan karena suka dan tak suka kepada al-haq,tetapi manusia oleh rong-rongan hawa nafsunya,oleh rasa takutnya dan cemas terganggu kepentingan dirinya,maka ia-pun tak suka dan emoh kepada al-haq.Bahkan tak sampai di situ saja,malah ia menjadi benci dan menentang al-haq.Sebab pada hakikatnya,al-haq itu menentang kezaliman ,menuntut keadilan,memaksa orang jangan menutup mata kalau tiba di hadapannya,dan jangan menghempiskan perut kalau tiba di perutnya .Al-haq menuntut dan menyuruh agar jangan sanggup melihat virus di seberang lautan saja,akan tetapi tidak dapat melihat gajah di pelupuk mata sendiri.Al-haq menuntut agar tidak mau berminyak-minyak air,agar mengiakan saja segala titah perintah yang adatang dari atasan,walaupun salah dan bathil.Al-haq memerintahkan jangan sampai oarang menggunting dalam lipatan dan menusuk kawan seiring.Al-haq menuntut orang jangan munafik,lain di mulut lain di hati,agar jangan telunjuk lurus kelingking berkait,supaya al-haq itu di sampaikan,meskipun pahit dan kepada siapa saja.
Terlalu luas bila kita ketengahkan tuntutan al-haq kepada yang mau menjunjungnya kemudian melaksanakannya.
Posted in: Artikel Tasawuf