SOK KAYA LO……….!!!!!

Posted on Mei 19, 2010

0


Kita sering terjebak pada istilah si-kaya dan si mIskin,padahal kita tahu ini hanya sebuah istilah.orang kaya adalah orang yang banyak harta,orang miskin orang yang hartanya sedikit.Hal ini mungkin sudah sunnatullah bagi kehidupan manusia.Demikianlah gambaran singkat dua istilah ini,atas dasar iman kita kepada Allah,baiklah semuanya kita serahkan bulat-bulat kepada-Nya saja tanpa omelan dan amandemen,sekalipun kita boleh saja mengkoreksi dan intropeksi kepada diri kita sendiri tentang kurang dan sedikitnya harta kita.Namun allah sendiri janganlah kita mengkoreksi-Nya apalagi akan menyalahkannya.Dalam hal inilah kita sebagai muslim mengembalikan persoalan kita kepada peringatan Allah swt,“Apakah mereka yang membagi-bagikan rahmat tuhanmu?kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia,dan kami telah meninggikan sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagiaan yang lain.Dan rahmat tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” Tak bisa kita pungkiri,kemiskinan itu harus ada di dalam hidup ini,baik secara pribadi maupun sosial.Menghapus dan membrantasnya yang mesti ada,tidak mungkin.Ia akan terus ada selama masih di dunia ini.Akan tetapi kemiskinan boleh di robah dan di tukar,kalau orang mau merubahnya.Karena jelas banyak perorangan yang tadinya miskin berubah menjadi kaya,dan banyak negara yg tadinya miskin sekarang menjadi negara yang kaya.Dalam hal ini banyak sangkut pautnya terhadap pribadi atau sosial itu sendiri.Sebaliknya juga bisa terjadi,yang tadinya kaya raya bisa berubah jadi melarat/miskin,kemungkinan ketika dia kaya dia lupa bahwa di hartanya itu ada hak faqir miskin.itulah tentang ketentuan sang-khaliq,semuanya ada ditangan-Nya.

“Dan sesungguhnya kami yang menempatkan kamu di atas bumi ini,dan kami jadikan untuk kamu di atas bumi ini penghidupan buat kamu,tetapi sedikit sekali kamu yang bersyukur”.(Al-A’raaf:10).

Rasa syukur yang sering hilang di hati kita,ketika kita di murahkan rezeki oleh allah kita lupa,kita lalai dengan harta itu.Mayoritas manusia kalo di uji dngan kemiskinan biasanya agak kuat.akan tetapi kalo di uji dengan harta jarang sekali yang kuat.godaan datang terus menerus dan bertubi-tubi.Karena kecendrungan manusia terhadap harta sangat tinggi,lambat laun akan meningkat kepada kecintaan pada harta.“Dan kamu(manusia)terlalu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”(Al-Fajri:20).
Ketamakan  manusia terhadap harta benda yang tak pernah merasa cukup dan puas di lukiskan oleh imam Al-Ghazali seperti seorang yang minum air laut,semakin di minum semakin haus,karena airnya asin.Malah dalam salah satu hadist pernah dikatakan oleh rosul SAW yang kira-kira;apabila diberikan kepada manusia dua lembah berisi emas,pasti akan dikehendakinya lagi lembah ketiga dan ke empat yang penuh berisi emas.
Islam mengatur dan mengarahkan sikap hidup muslim berhadapan dengan harta dan kekayaan.Seorang muslim boleh mempergunakan harta yang di punyainya untuk keperluan diri dan keluarganya,asal tidak bermewah-mewah dan berlebih-lebihan.”makanlah di antara rizki yang baik yang telah kami berikan
kepada mu,dan janganlah melampaui batas padanya,yang menyebabkan kemurkaanku menimpamu.Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaanku,maka sesungguhnya,binasalah dia.”(Thaha :81).Allah swt memberikan kesempatan kepada manusia untuk merasakan kenikmatan harta.Manusia boleh mempunyai rumah yang bagus,kolam renang yang indah,bungalaw yang besar dan luas dan segala prabotnya yang lux dan sebagainya.Yang perlu di jaga ,jangan sampai masuk dalam kategori  berlebih-lebihan.Sebaliknya ,dilarang pula bersikap kikir,tidak mempergunakan nikmat karunia ilahi itu.Dan larangan yang utama ialah mempergunakan harga kepada sesuatu pekerjaan atau obyek yang di murkai Allah swt,yang pada umumnya merusak diri sendiri dan merusak masyarakat.

Posted in: Artikel Tasawuf