MANA TANGGUNG JAWAB KAMU SEBAGAI ORANG TUA TERHADAP ANAK-ANAK KAMU BRO…..

Posted on Mei 19, 2010

0


Firman Allah swt :”Wahai segenap orang yang beriman:Peliharalah diirimu dan

keluargamu dari(bahaya)api neraka(kebinasaan).(Q.S.Attahrim 6).Sudah sangat jelas sekali firman allah ini mengingatkan kita semua,agar menjagadiri kita dan seluruh keluarga kita dari segala macam kebinasaan yang nantinya akan menghantarkan kita ke jilatan api neraka.Setiap elemen keluarga adalah pemimpin di keluarga,masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap keberlangsungan keluarganya.Untuk menjawab tantangan pertanggungjawaban itulah,maka marilah kita renungkankembali peringatan allah swt dalam al-qur’an S.Annisa ayat 9:“Dan hendaklah takut kepada Allah,orang-orang yang seandainya meninggalkan akan keturunan yang lemah,yang mereka khawatir terhadap(kesejahtraan)mereka. Oleh karenanya,hendaklah mereka bertaqwa kepada allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.Kita jangan asal ngomong khawatir doang dong ma anak-anak kita,kita buktikan dengan tindakan nyata,masukin anak-anak kita ke tempat pendidikan islam.Trus kita ajarin dan kita arahkan anak-anak menuju kesadaran beragama dengan di dukung perbuatan nyata dan contoh yang nayata,teladan orang tua yang baik di mata anak-anak kita.Pendidikan yang baik itu merupakan kewajiban mutlak yang tak dapat di tawar-tawar bagi setiap orang tua yang merasa dan dirasa bertanggung jawab.Itulah salah satu jawaban atas peringatan allah“Jagalah diri kamu dan keluarga kamu dari jilatan api neraka”.Kalau masalah pendidikan ,jauh-jauh Al-quran sudah meletakan dasar pokok dan skala prioritas tentang arah pendidikan tersebut.Kecuali yang terdapat di dalam surat Luqman,dalam surat maryam pun di uraikan sasaran pokok pendidikan itu.Petunjuk yang diberikan langsung kepada nabi yahya ,putra nabi zakariyya,yang memohondo’a pada akhir hayatnya agar dia di karuniakan putra yang akan menruskan tugas yang di embannya.“Hai yahya ! Ambilah(jadikan pegangan)kitab suci dengan sungguh-sungguh.Kami berikan kepadanya(yahya) hikmah(pengetahuan)ketika ia masih kecil,sifat kasih sayang dari sisi kami,kesucian,dan ia(yahya) adalah seorang yang taqwa.Dia seorang yang berbakti kepada kedua oarang tuanya,dan bukanlah dia seorangyang sombong lagi durhaka”.(maryam 12-14).Mari kita cermati ayat di atas,bahwa pendidikan pokok untuk anak-anak remaja(anak keturunan)di arahkan kepada 4 macam sasaran pokok:
1.Memberikan pegangan hidup(Al-qur’an).
   Menumbuh kembangkan bahwa al-qur’an adalah bener-benar
   pegangan untuk hidup anak-anak kita.Memberikan keterangan2,
   penjelasan2,pemahaman2,sejarah,tentang al-quran ,yang pada
   akhirnya membawa kepada ahklak yang qur’ani.
2.Mengisi Pengetahuan.
   Memberikan pengetahuan umum ataupun pengetahuan agama
   kepada anak-anak dengan tujuan membentuk anak-anak
   menjadi seorang santri/pelajar yang intelektual.
3.Pembinaan akhlakul karimah.
   a.Memberikan kasih sayang.
     Orang tua tidak boleh otoriter terhadap anak-anaknya
     di dalam memberikan sebuah keputusan
     keluarga,proses dialogis sangat di butuhkan.
    Tidak boleh sedikitpun kekrasan di dalam
     membina keluarga kecuali di butuhkan ketegasan
    terhadap hal-hal yang prinsipil.jadikan
    sebuah dialog yang penuh marhammah dan pendekatan manusiawi.
  b.Suci,dan bersih.
     Termasuk di dalamnya adalah pemurah,jujur,tulus,dan
     tidak membedakan satu anak dengan anak yang lainnya.
     Karena pada hakekatnya ,hati anak-anak kita itu masih suci
    dan bersih,tinggal bagaimana cara kita menanganinya.
  c.Berbuat baik terhadap kedua orang tua.
    Dengan diterpkannya pendidikan yang penuh kasih sayang,di harapkan
    dengan niat yang ikhlas dan hati yang bersih,insya allah
    harapan orang tua terhadap anak-anaknya nanti berbuah manis, menjadi
    anak yang baik kepadanya.
4.Mendidik kepada anak-anak agar bertaqwa.
  Bilamana seorang anak sudah mempunyai sifat-sifat
  Utama diatas,kemudian berpijak pada pegangan hidup
  yang kuat,dia berpengetahuan ,terbina dengan
  akhlakul karimah ,insya allah dia akan menjadi
  seorang yang bertaqwa dan terhindarlah ia dari mala petaka.

Mudah-mudahan kita mampu,dan diberikan kemampuan dan
kekuatan untuk mendidik anak-anak dari keturunan kita
dengan pola dasar ajaran agama kita,ialah agama islam.

Posted in: Artikel Tasawuf