Sebuah Amanah dan pertanggung jawabannya

Posted on Mei 18, 2010

0


Oleh.Achmad Reza Fahlevi 

“Sesungguhnya Allah swt memerintahkan kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya,dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia,supaya kamu bertindak adil.Sesungguhnya Allah itu maha mendengar lagi maha melihat”Demikianlah perintah Allah kepada kita tentang kedudukan amanah sebagai suatu hal yang harus di pertanggung jawabkan,dan tentang keadilan yang harus di tegakan.Ketika langit,gunung dan bumi menolak sebuah amanah di karenakan takut menghianatinya,..manusia menerima amanah dengan segala konsekwensinya.apakah ini sebuah kebodohan ataukah sebuah keberanian pada diri manusia yang menerima amanah.terkait dengan manusia adalah kholifah di muka bumi ini .Secara detail amanah di perjelas oleh Rosulalloh SAW :”Kamu sekalian adalah penggembala/pemimpin .Dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawabannya tentang apa yg di pimpin nya itu.Maka seorang imam/penguasa
adalah penggembala /pemimpin.dia akan di mintai pertanggung jawabnnya apa yg di pimpinnya itu.Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya ,dia akan di mintai pertanggung jawabannya tentang apa yg di pimpinnya.Seorang isteri adalah pemimpin di rumah suaminya.Dan dia akan di mintai pertanggungjawabnnya  tentang apa yang dipercayakan kepadanya.Seorang pembantu adalah pemimpin /pengawas terhadap harta majikannya.Ia akan di mintai pertanggungjawabnnya tentang bidang yang di pimpinnya”. (HR.Ahmad,bukhori dan muslim).
Dapat kita ambil sebuah garis besarnya bahwa manusia bertanggung jawab secara individual aataupun sosial di dalam mengemban sebuah amanah.Dalam aspek keluarga masing individu keluarga mempunyai  tanggung jawab masing-masing..kaitannya dengan firman allah:”Jagalah dirikamu dan keluarga kamu dari api neraka”.wujud pertanggung jawabn di dalam sebuah keluarga mencakup tanggung jawab lahiriah dan bathiniah.Anak merupakan amanah allah kepada ayah dan ibunya,senantiasa harus di pelihara,dibesarkan,di didik dan di bina menjadi yg baik,jangan sampai anak tersebut tersesat dan keliru jalan dalam menempuh perjalanan hidupnya.
Orang-orang miskin,yatim piatu,anak-anak terlantar dan termarjinilasikan juga adalah amanah allah bagi para hartawan.Karena membasmi kemiskinan juga adalah tanggung jawab dan akan di mintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.Orang kaya yang pelit akan di jauhi allah dan akan di dekatkan kepada bara api neraka.
Rakyatpun,bahkan negara dan bangsa juga merupakan amanah suci dari Allah swt.kepada para penguasa supaya di jaga dan di pelihara hak-haknya dengan adil,di jaga dan di pelihara kelangsungan hidupnya dengan wajar ,serta diberikan kemerdekaan dan kebebasan sebagai mahkluk Allah swt  yg di muliakan dan mempunyai kehormatan diri.Semuanya itu merupakan tugas dan kewajiban yang akan di pertanggung jawabkan nanti di muka peradilan allah di hari kiamat.
Bila amanat telah di sia-siakan dan di selewengkan,tunggulah saat kehancurannya”.
Karenanya jangan sampai amanah di khianati.
“Wahai orang-orang yang beriman,janganlah kamu menghianati allah dan rosulnya,dan janganlah pula kamu khianati amanah-amanah yang dipercayakan dan yang menjadi tugasmu,sedangkan kamu mengetahui”.
Kalau kita berbicara tentang amanah,baiklah sejenak kita perhatikan kembali arti dan tujuannya,dengan suatu kesimpulan;pertama berarti sesuatu yang di percayakan kepada seseorang,dan kedua sifat lurus dan penuh tanggung jawab,yang menjadikan seseorang percaya.(amin).
Sebagai penutup Firman Allah  dalam surat Al-ahzab:“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah itu kepada langit , bumi dan gunung-gunungsemuanya enggan untuk memikul amanah itu,dan mereka khawatir akan menghianatinya,dan di pikullah amanah itu oleh manusia.Sesungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh”.

Posted in: Artikel Tasawuf