Siapa Sih Yang Ingin Di di puji….???

Posted on Mei 16, 2010

0


Sudah kodrati manusia ingin di puji.manusia akan merasa senang kalo di puji akan tetapi sebaliknya kalo di hina,kalo di maki,di caci maki,di lecehkan,di manipulasi. manusia manapun pasti akan marah.secara sadar ataupun tidak gambaran manusia secara umum inginnya di puji.orang yang hartanya banyak,dia akan senang kalo di puji karena hartanya,seoalah-olah dia memiiliki pohon uang yang tidak akan pernah habis-habisnya.
seolah-olah harta itu akan mengekalkan dirinya di dunia,seolah-olah harta itu bisa membantunya takala di tanya oleh malaikat munkar dan nakir.Seorang penguasa akan merasa bangga dengan kekayaannya,dia mengira bahwa semua keberhasilan usahanya karena jerih payah dia,dia menyangka tidak ada keterlibatan allah swt di dalam perniagaannya.Seorang pejabat,dengan kekuasaannya mencapai puncak karirnya dengan berbagai jurus lobi,dengan ilmu politiknya yang diperoleh dari perguruan tingginya,dia merasa bisa menumbangkan lawan-lawan politiknya.demi mencari sebuah prestasi pengakuan bahwa dia tiada tandingnya di dunia politik, yang pada akhirnya ingin di puji ooleh lawan maupun kawan politiknya.
Mereka lupa siapa mereka,mereka lalai.siapa sejatinya manusia.dengan kesombongannya dengan kecongkakan atribut yang dia sandang.Kesuksesan mereka tak seujung jari-pun yang mampu mengakat mereka semua kalo bukan atas kehendak allah.mereka pingsan begitu lama dalam glamour dunia mereka.jangankan seujung jari ,sebesar biji zarrohpun mereka tak patut menerima pujian.yang berhak untuk di puji dengan sebener-benarnya pujian adalah Allah swt.yg telah menciptakan manusia dan alam seisinya.
Seorang ‘abid (tukang ibadah) kalau dia merasa dia dengan ketekunanya beribadah kepada allah,pengabdiannya kepada allah hanya ingin di puji oleh manusia atau masyarakat lainnya ,maka nilai ibadahnya hancur karena berkeinginan di puji oleh orang lain.

Manusia tidak sadar,kalo keberhasilannya di segala bidang duniawi merupakan anugerah alloh.karena alloh masih memiliki sifat rohman-rohim-Nya.Kasih sayangnya allah yang tak bertepi kepada manusia membuat mereka berhasil.Pujian yang kita berikan kepada allah seukur dengan apa yang allah berikan kepada mahkluknya bahkan lebih dari itu.pada hakikatnya manusia ketiika di lahirkan ke dunia tidak membawa apa-apa,tidak mengetahui apa;tidak mengetahui ilmu politik,tidak mengetahui ilmu perdagangan,tidak mengetahui dia bakal jadi apa akhirnya.hanya karena kasih-Nya allah lah mereka kemudian menjadi apa yang mereka cita-citakan dan inginkan.ketika sadar,maka manusia akan lebih banyak bersyukur .sekali lagi manusia smakin mengingkarinya ketika dia di berikan amanah oleh allah.Kasih sayang allah yang tidak bertepi sering di lupakan mayoritas manusia.

Posted in: Artikel Tasawuf