Syaikh Hasan Al-Bashri Di Usia Muda

Posted on Mei 5, 2010

0


DIKISAHKAN,oleh syaihul imam abin Nashar as-samarkandi:
Syaikh Hasan Al-Bashri pada masa mudanya berwajah tampan rupawan.Beliau selalu mengenakan pakaian yang bagus dan sering berjalan-jalan keluar masuk kampung di kota bashrah.Beliau nampak senang berkeliling di kota itu.
Ketika Hasan al-bashri berjalan-jalan,beliau melihat seorang gadis cantik yang bertubuh sintal dan menggairahkan,tampak berjalan seorang diri.Hatinya terpikat,maka beliau mencoba membuntuti perjalanannya.Ketika gadis itu menoleh ke belakang,ia berkata:”Hai pemuda,apakah engkau tidak merasa malu?”
Al-Bashri : “Malu kepada siapa”?
Gadis : “Tentunya kepada dzat yang maha mengetahui setiap kemaksiatan mata dan maha mengetahui setiap betikan hati!”.
Rupanya pemuda Hasan al-bashri benar-benar jatuh hati kepada gadis itu,dan tidak mampu lagi mengendalikan gejolak asmara.Sehingga ia tidak menggubris ucapan gadis itu dan terus saja membuntuti langkah-langkahnya.Maka kembali gadis itu menegurnya seraya berkata :”Hai pemuda,mengapa engkau masih saja membuntuti langkahku?”
Al-Bashri :” Sungguh aku terpesona melihat lirikan matamu !”
Gadis :” Baiklah,Tunggu di sini,dan nanti kau akan mendapatkan apa yang kau mau !”
Maka berbunga-bungalah…klik selanjutnya…..
hati pemuda hasan al-bashri .Beliau menyangka gadis itu akan menyambut cinta asmaranya.Beliaupun duduk dengan sabar menunggu apa yang di katakan gadis itu.Setelah beberapa saat hasan menunggu,datanglah pelayan gadis tersebut membawa sebuah nampan yang tertutup kain,lalu di serahkan kepada hasan.Beliau menerima nampan itu dan betapa terkejutnya hasan,ketika di buka ternyata berisi dua buah bola mata.Si pelayan berkata :”Tuan putriku hanya berpesan,bahwa beliau tidak menginginkan matanya menyebabkan orang lain berbuat maksiat!”.
Bagai di sambar petir mendengar ucapan pelayan itu,maka gemetarlah tubuh pemuda hasan dan berdirilah bulu kuduknya.Beliau mengelus jenggot sambil mengumpat diri sendiri :” Celaka kau ! Jenggotmu telah begitu lebat,namun sedikitpun kau tak memiliki rasa malu ! Cobalah bercermin kepada gadis itu !”
Dengan penuh penyesalan yang mendalam,pemuda hasan al-bashri pulang sambil menangis .Dan semlaman ia tidak bisa tidur hanya meratapi kehilapannya sambil terus menerus mengucurkan air mata.Maka pada pagi harinya ia bergegas datang ke rumah gadis tersebut guna memohon maaf dan mohon di halalkan kesalahannya.
Setibanya di depan rumah gadis tersebut,ia berdiri tertegun.Pintu rumah tertutup rapat ,sementara dari dalam terdengar jerit tangis para wanita.Ketika beragam tanda tanya tengah menyeruak dari dalam hatinya,saat itu pula dia mendengar informasi bahwa gadis tersebut telah meninggal dunia .Maka beliau bergegas pulang,dadanya terasa semakin sempit dan air matanyapun tak dapat di bendung lagi.Tiga hari tiga malam hasan al-bashri mengurung diri di kamar sambil terus menerus meratapi kesalahannya.
Pada malam ketiga,pemuda hasan al-bashri bermimpi melihat gadis itu berbahagia di dalam surga.Maka beliaupun memohon kepadanya seraya berkata :”Wahai nona kumohon dengan sangat,halalkan segala kesalahanku “!
Si gadis : Wahai hasan,kekhilafanmu telah ku halalkan.Berkat perbuatanmu,justru aku mendapatkan kenikmatan yang besar dari sisi Allah!”
Hasan :” kalau begitu,ku mohon bersedialah kau memberikan nasihat yang akan bermanfaat bagi diriku !”
Si Gadis :” Berdzikirlah engkau kepada Allah sekalipun engkau seang menyendiri ! Bertaubat dan beristighfarlah setiap pagi dan petang!”
Akhirnya pemuda Hasan Al-Bashri melaksanakan nasihat gadis itu,sehingga beliau menjadi seorang ulama kenamaan berkat kezuhudan dan ketaatannya kepada Allah swt.
Beliau tumbuh dewasa menjadi seorang waliyullah yang memperoleh ketinggian derajat di sisi-Nya.
Posted in: HIKAYAT