Malu dengan kekasih..

Posted on April 26, 2010

0


Manusia kalo cinta sudah sampai ambang batas,yang lahir adalah rasa malu yang sangat kepada sang kekasih kalau sampai melakukan kesalahan di depan atau di belakang kekasih.apalagi kepada alloh, Allah yang tidak pernah tidur,yang selalu mengawasi hambanya di singgasana kebesarannya.sangat teramat malu kalau sampai kelihatan allah perbuatan maksiat kita.pernah rosul saw,bersabda :”Malulah kamu sekalian  kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”.Trus malu yang bagaimana sih yang harus kita lakukan dan praktekan,kemudian rosul menambahkan “Bila engkau menjaga perut dengan segala isinya,engkau mengingat mati dengan siksanya”.barangsiapa yang menginginkan akhirat hendaknya ia meninggalkan perhiasan dunia.Siapapun yang telah melakukan itu semuanya berarti ia telah memiliki rasa malu yang sebenar-benarnya kepada Allah Swt.
Persoalannya adalah,kalau rasa malu itu sudah hilang.padahal hidup manusia itu tergantung pada rasa malu.
Kalau malu itu sudah hilang,sebetulnya manusia itu telah hilang kemanusiaannya.Akhirnya,dia hidup sebagai
binatang.jadi manusia di tandai dengan rasa malunya.Karena itu rosul SAW bersabda:”Kalau engkau sudah
tidak punya malu berbuatlah sekehendak  hatimu.”,Maksudnya ,kalau orang sudah tidak punya rasa malu,dia
akan melakukan apapun yang dia kehendaki.Dia akan berhenti sebagai manusia dan hidup sebagai binatang.
Kalau sudah begitu ,ia bukan hidup yang sebenarnya.Kemudian rosul menambahkan ,malu kepada alloh dengan sebenar-benarnya malu ialah engkau menjaga kepalamu itu dan apa yang di simpan di kepalamu itu.maksudnya adalah menjaga isi kepala dari pengetahuan-pengetahuan yang tidak layak  bahkan memikirkan sesuatu layak itu juga di sebut maksiat.Hadis ini menyuruh kita berfikir kritis terhadap pembicaraan dan sumber pembicaraan.

Hadis nabiSAW:” Bila sekepal makanan masuk ke dalam perut ,maka selama 40 hari do’a anda tidak di terima.Kemudian bisa anda bayangkan ,kalo yang anda “makan “rumah orang lain,tanah,kendaraan,bahkan
lautan secara haram.kalo shalat itu do’a,maka sampai kapan shalat kita tidak di terima gara-gara sekepal
makan haram.?Jadi kalo anda malu kepada Allah,dengan sebener-benarnya malu,lakukanlah apa yang dikatakan rosul SAW.

Posted in: Artikel Tasawuf