Perenungan

Posted on April 25, 2010

0


Mari merenung sejenak….menghilangkan kepenatan berinternet..
Setiap hari kayaknya tangan ini tidak lepas dari keyboard dan mause..
Setiap hari kayaknya mata ini tak lepas pandangan dari monitor….
Setiap hari kayaknya Pantat ini duduk sudah terlalu lama di depan komputer…..
Andaikan…..mause ini berubah menjadi tasbih…..
Andaikan keyboard ini berubah jadi kalam ilahi…..
Andaikan monitor ini berubah jadi al-qur’an….
Andaikan komputer ini jadi alam semesta ,tuk melihat kebesaran Allah…..
Andaikan bangku yang aku duduki ini berubah menjadi sebuah masjid…..
    Sudah berapa banyak pahala yang kita kumpulkan…..?
    Sudah berapa banyak…waktu kita terbuang………?
    Sudah berapa banyak kita melupakan ibadah…….?
    Sudah berapa banyak ketololan-ketololan kita di depan komputer….?
    Sudah berapa banyak waktu kita terbuang tuk sekolah tuk kuliah,tuk ngurusin anak. dan keluarga..?
    Sudah berapa kali nafsu kita umbar di depan komputer…….?
    Tolol…tolol..dan tolol….itulah…kita.
Di luar sana orang teriak..lapar………
Di luar sana orang berebut jadi artis..
Di luar sana para politikus pada baku hanatam tak mengenal kawan…
Di luar sana ayam-ayam mati/tiren di jual di pasar..
Di luar sana Obama lagi sarapan pagi…..
Di luar sana orang berkelahi hanya karena sebidang tanah……
Di luar sana orang bunuh membunuh…hanya karena  pacarnya di rebut orang..hanya karena isterinya selingkuh….
Di luar sana orang ribut karena anaknya hamil gara2 main Facebook….
Di luar sana orang berebut jabatan..
Di luar sana terjadi kebakaran……..Di luar sana orang sogok menyogok….
Di luar sana orang berjuang jihad fii sabilillah…
Di luar sana orang berebut jabatan…
Di luar sana anak-anak miskin putus sekolah
Di luar sana saya lemeeeeeeeeeeeeeeeeess…mikirnya…..
    Di dalam sini…aku hanya bisa berdoa buat semuanya….
    Ya Allah……Runtunan nikmat-Mu telah melengahkan kami..
Untuk Sanggup benar-benar  bersyukur kepada-Mu
Limpahan Anugrah-Mu telah melemahkan kami
Untuk bisa menghitung pujian atas-Mu
Iringan karunia-mu telah menyibukan kami
Untuk dapat menyebut kemuliaan-Mu
Rangkaian pertolongan-Mu telah melalaikan kami
Untuk mampu memperbanyak pujian pada-Mu
Ya Ghoffar,dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk
Dengan karunia-Mu kami mendapat kecukupan
Dengan nikmat-Mu kami masuki pagi dan petang
Dan inilah kami membawa dosa-dosa kami kehadapan-Mu
Ya Alloh,kami mohonkan ampunan-Mu
Kami bertobat kepada-Mu
Engkau limpahi kami dengan kenikmatan
Tapi kami melawan-Mu dengan kemaksiatan
Kebaikan-Mu turun kepada kami dan kejelekan kami naik kepada –Mu
Tidak henti-hentinya malaikat yang mulia mengantarkan kejelekan amal kami
Tetapi itu tidak mencegah-Mu untuk meliputi kami
Dengan nikmat-Mu dan memuliakan kami dengan anugrah-Mu
Subhanaka, Ya Alloh. Betapa penyayangnya engkau betapa agung engkau
Betapa pemurah engkau !

Ya Alloh Sibukanlah kami dengan zikir kepada –Mu
Lindungi Kami dari kemurkaan-Mu
Lepaskan kami dari Azab-Mu
Limpahi Kami dengan Anugrah-Mu
Curahi kami dengan karunia-Mu
Bimbinglaha kami  untuk beramal mentaati-Mu
Matikanlah kami pada Agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu SAW.
Ya Alloh,Ampunilah dosa kami dan dosa orang tua kami
Sayangilah keduanya seperti mereka memelihara kami ketika kami masih kecil
Balaslah kebaikan mereka engan kebaikan
Dan kesalahan mereka dengan ampunan.
Ya Alloh ampunilah kaum mukminin dan mukminat
Yang masih hidup maufun yang sudah wafat
Dan susulkan kami kepada mereka dalam kebaikan
Ya Alloh…,Ampunilah kami
Yang hidup dan yang sudah wafat
Yang hadir dan yang tidak hadir
Laki-laki dan perempuan
Yang besar dan yang kecil

Robbana,Siapakah gerangan yang nasibnya lebih jelek dari kami
Jika dalam keadaan sepereti ini kami dipindahkan ke kuburan
Kami belum menyiapkan pembaringan kami
Kami belum menghamparkan
Amal shaleh untuk tikar kami
Bagaimana kami tidak menangis
Sedangkan kami tidak tahu akhir perjalanan kami
Nafsu selalu menipu kami dan hari-hari melengahkan kami
Padahal maut telah mengepak-ngepakan sayapnya di atas kepala kami
Bagaimana kami tidak menangis  bila mengenang saat menghembuskan nafas terakhir
Kami menangis karena kegelapan kubur,kesempitan liang lahat,dan pertanyaan munkar dan nakir
Kami menangis karena kami akan keluar dari kubur dalam keadaan telanjang,hina,dan memikul beban dosa di punggung kami
Wajah-wajah kami hari itu berdebu,tertutup kelabu,dan ketakutan.
Robbana,inilah kami yang tidak malu kepada-Mu
Dalam kesendirian
Dan tidak menyadari kehadiran-Mu di tempat keramaian.
Inilah kami yang berani melawan junjungannya
Kamilah orang yang durhaka kepada penguasa langit
Yang ketagihan maksiat yang besar
Kamilah orang-orang yang bila di rayu dosa segera keluar menyongsongnya
Engkau membiarkan kami,tapi kami tidak menginsafinya
Engkau tutupi aib kami,tapi kami tidak tahu diri
Kami tetap saja melakukan  maksiat dan melebihi batas

Robbana,Jika engkau ampuni
Betapa banyaknya orang yang berdosa sebelum kami
Telah engkau ampuni
Limpahi kami Anugrah-Mu
Ampuni kejahatan kami dengan kemuliaan wajah-Mu
Robbana,Maafkanlah kami sehingga tidak lagi durhaka kepada-Mu
Ilhamkan kepada Kami kebaikan dan mengamalkan kebaikan
Serta selalu takut kepada-Mu siang dan malam
Berilah kepada kami mata yang mudah menangis
Karena takut pada-Mu
Berilah kami hati yang mudah hancur melihat penderitaan hamba-hamba-Mu
Berilah kami tangan yang mudah memberikan bantuan kepada makhluk-Mu

Posted in: Artikel Tasawuf