ZIKIR KEPADA ALLAH SWT.

Posted on September 13, 2010

0


Manusia adalah makhluk rentan dalam kehidupan.Sesekali atau berkali-kali dalam hidupnya selalu mengalami perubahan.Karena itu memang sudah fitrahnya.Tidak seperti halnya malaikat  yang selalu konstan.Di karenakan di belakang kita ada zat yang selalu mengubah itu,yaitu yang di sebut dzat muqollibal quluub(Dzat yang membolak-balikan hati).Perubahan hati itu selalu di iringi dengan karakter perubahan pada hati tiap detiknya.Kondisi hati yang senantiasa berubah ini bukan karena tidak memiliki faktor-faktor tertentu.Ada juga hati berubah karena hati kita di sibukan oleh hal-hal selain Allah swt.Dan yang lebih ironisnya lagi ketika hati sudah melupakan Allah swt sama sekali.Oleh karena itu,untuk menjaga  hati agar hati kita selalu hidup,maka ingatlah kepada Allah swt.Dalam salah satu hadis dikatakan,”Kalau hati tidak di isi dengan zikir,maka ia bagaikan bangkai”.
Suatu ketika nabi pernah di tanaya tentang apa yang di sebut dengan qolbun salim ini,kemudian Nabi menjawab,”Itu keyakinan  agama yang tidak di campuri dengan keragu-raguan hawa nafsu.”Mungkin sulit untuk menggambarkan keyakinan itu.Tetapi ,ada penelitian yang mengatakan ,ada dua macam cara beragama,yaitu intrinsik dan ekstrinsik.Ada anggapan,makin bergama  orang itu makin sehat jiwanya.Yang harus ditentukan terlebih dahulu adalah tipe orang beragama itu.Kalau beragama di ukur dengan berapa banyak datang ke masjid ,maka keberagamaan tidak menjamin kesehatan jiwa.Karena sering kali orang datang ke masjid dalam penelitian ,bukan karena keyakinan tetapi karena hawa nafsu.Mungkin seseorang dateng ke masjid ingin memperoleh pasangan hidup,ingin mendapat pengakuan sosial,atau menjalin relasi bisnis.
Agama seringkali di pakai sebagai tempat pelarian.Orang lari kepada Agama untuk memperkokoh harga dirinya,ada yang karena frustasi akibat pergumulan hidup.Ia menemukan satu aliran agama yang menawarkan apa yang di carinya.Itu keberagamaan ekstrinsik.Bagaimana beragama yang intrinsik.Rosululloh saw menyebutnya:”Keyakinan yang tidak di masuki hawa nafsu”.Beliau bersabda,Qolbun salim adalah keyakinan yang tidak di masuki keraguan dan hawa nafsu.”Di sini orang beramal tanpa berkeinginan untuk pamer dan ingin di puji.” Allah swt berfirman :”(yaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tentram  dengan mengingat Allah.Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”.(QS 13:28).
Dalam ayat itu disebutkan bahwa cara memperoleh ketentraman hati adalah dengan berzikir kepada Allah,tetapi tidak semua zikir itu menentramkan hati.Karena itu syarat zikir yang dapat menentramkan hati adalah zikir orang yang beriman .Orang yang tidak beriman tidak bisa tentram dalam berzikir .Sebaliknya,orang yang beriman tidak akan tentram hatinya kecuali dengan zikir kepada Allah swt.
Karena itu,kalau anda beriman jangan mencari  ketentraman pada kekayaan,kemashyuran,atau hal-hal duniawi lainnya.Tetapi ketentraman itu hanya diperoleh dengan zikir kepada Allah.
Ketentraman ada kaitannya dengan keimanan seperti di jelaskan dalam surat Al-fath ayat 4:”Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,”(QS 48:4).
Allah swt menurunkan ketentraman kepada hati orang yang beriman.Ketentraman hati itu tampak dari gejala fisik mereka.Ada orang yang bertingkah laku qur’ani dan adapula manusia yang bertingkah laku syaithoni.Orang yang tentram menunjukan prilaku qur’ani.
About these ads
Posted in: Artikel Tasawuf